RSS

Jumat, 19 April 2013

ETIKA KESEHATAN

1.    Dalam pengembangan etika ada beberapa aliran, jelaskan aliran itu apa saja, apa inti dari masing – masing aliran, siapa yang mencetuskan , bagaimana kendala masing – masing aliran etika dalam aplikasinya.

Dalam etika, sebagai filsafat tentang tingkah laku, antara lain dibicarakan apakah ukuran baik dan buruk sifatnya individual yakni akan terpulang kepada orang yang menilainya, karena baik dan buruk itu terikat pada ruang dan waktu, sehingga ia tidak berlaku secara universal. Namun, ukuran yang dicari  bersifat umum yang belaku bagi semua manusia dan tidak hanya berlaku bagi sebagian manusia. Dalam hal ini pula terdapat  pertanyaan “dengan apakah suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk ?”,  pertanyaan ini dapat dijawab dengan melihat pada beberapa aliran  –  aliran dari berbagai sudut pandang.

1.    Aliran Theologis
Etika yang benar, adalah etika yang bersandar kepada kebenaran wahyu. Dalam terminologi etika, etika ini dikenal dengan aliran Theologis. Aliran ini berpendapat bahwa baik-buruk perbuatan manusia didasarkan atas ajaran Tuhan yang dibawa para nabi kepada umatnya. Etika Theologis inilah yang dalam Islam disebut dengan akhlaq. Ia bersumber dari sang Khaliq. Dalam ajaran Islam, untuk melihat suatu perbuatan baik atau buruk dapat dilihat pada niat dari orang yang melakukan perbuatan tersebut bukan dari hasil / akibat perbuatan. Hal ini berdasarkan dalil yakni hadits yang diriwayatkan oleh

Bukhori dan Muslim:
انِمَّا الْعَْمَالُ باِلنيّاَت وَ انِمَّا لِكلُّ امْرِئٍ مَا نوََى
Artinya:  “Sesungguhnya sesuatu perilaku (perbuatan) itu
tergantung kepada niatnya, dan perilaku (perbuatan) itu
dinilai berdasarkan niatnya”.
Jadi, untuk mengukur sesuatu baik atau buruk dalam agama Islam didasarkan pada Niat, yaitu sesuatu yang melatarbelakangi (lahirnya)
sesuatu perbuatan yang sering juga diistilahkan dengan kehendak. Dalam hal merealisasi kehendak tersebut haarus dilaksanakan dengan cara yang baik.
-          Contoh :
Ø  Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) berniat untuk melakukan tindakan terhadap penyimpangan dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
Ø  Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) berniat untuk melakukan pemberantasan nyamuk DBD dengan melakukan 3M di lingkungan sanitasi masyarakat
-    Kendala :
è Adanya pihak – pihak yang menolak untuk melakukan transparansi dalam penelitian terhadap masalah kesehatan masyarakat.
è Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap niatan seorang  Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) yang berjuang demi tercapainya kesehatan dan kebersihan di lingkungan masyarakat.

2.    Aliran Deontologis
Aliran Deontologi dicetuskan oleh Immanuel Kant ( 1734-1804). Istilah “deontologi” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “kewajiban” (duty), duties = obligations, commitments, dan  responsibilities. Menurut etika aliran deontologi, suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri.Maka tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban. Atas dasar pandangan demikian, etika deontologi sangat menekankan pentingnya motivas, kemauan baik dan watak yang  kuat dari para pelaku, terlepas dari akibat yang timbul dari perilaku para pelaku itu.
 Menurut Immanuel Kant, kemauan baik harus dinilai baik pada dirinya sendiri terlepas dari apapun juga. Dalam menilai seluruh tindakan kita, kemauan baik harys selalu dinilai paling pertama dan menjadi ondisi segalanya. (Kant,1804:124).



-          Contoh :
Ø Seorang  Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) diancam akan dibunuh jika Ia sampai membongkar kecurangan yang dilakukan salah satu anggota Departemen kesehatan yang melakukan kecurangan.
Ø Seorang  Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) diteror dan diancam akan dikeluarkan dari perusahaannya apabila Ia melaporkan tindakan – tindakan buruk yang dilaukan atasannya yang merugikan kesehatan lingkungan.
-          Kendala :
Ø  Apabila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam suatu situasi yang sama, tetpi keduanya tidak bisa dilaksanakan  sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.

3.    Aliran Egoisme
                            Pencetusnya aliran egoisme adalah Thomas Hobbes. Istilah egoisme berasal dari kata Ego= aku, self, Latin= Egoisme. Menurut aliran ini , yang dapat dinilai baik itu ialah sesuatu yang memberi manfaat bagi kepentingan diri. Pandangan egoisme adalah tindakan yang dari setipa orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
-          Contoh :
Ø  Seorang mahasiswa hanya mementingkan urusan pribadinya dibandingkan menyelesaikan masalah tugas kelompok yang harus segera diselesaikan.
Ø  Seorang Ayah bekerja keras tanpa memperdulikan waktu dan kondisi, hanya untuk kesejahteraan keluarganya.
-          Kendala:
Ø  Pada situasi tertentu mungkin saja manusia bertindak berdasarkan keinginanan mengejar kepentingan pribadi, tapi tida dipungkiri bahwa dalam situasi lainnya ia bisa meninggalkan kepentingan pribadinya untuk mengejar cita – cita yang jauh lebuh luhur dari pada itu
Ø  Seseorang yang bertindak hanya untuk mengejar kepentingannnya akan mendapat kecaman sosial, karena tindakannya yang berlebihan membuat keberadaannya tidak nyaman untuk orang lain.

4.    Aliran Utilitarianisme
                            Aliran  Utilitarianisme  dicetuskan oleh J.S. Mill. Asal kata Utilitas (Lt), yang berarti useful=berguna . Kebahagiaan adalah faedah bagi diri sendiri maupun masyarakat . John Stuart Mill (1806-1873) Utilitarisme telah mencapai perkembangan sepenuhnya yang bersifat altruistik. Tiap orang harus menolong untuk kebahagiaan tertinggi, bagi manusia banyak-ukurannya kualitatif. Mill  juga mengemukakan bahwa ukuran baik dan buruknya sesuatu didasarkan atas besar kecilnya manfaat yang ditimbulkannya bagi manusia. Dengan pendapat ini ia menghendaki agar manusia menemukan kebahagiaan di tengah orang banyak dengan memanfaatkan diri dan pengorbanannya.
                            Jeremy Bentham (1748-1832) Bersifat utilitaris kepada kependidikan umum, tetapi karena masih mengingat kepentingan individu sebagai anggota masyarakat-ukurannya kuantitatif.
-          Contoh :
Ø  Dalam ilustrasi, dari segi  peningkatan devisa negara dan kepentingan ekonomi nasional, berkembangnya  konglomerat dengan efisiensinnya yang sangat ketat memang sangat menguntungkan. Tetapi sangat tidak adil dan melanggar hak pengusaha kecil, kalau konglomerat itu berkembang menjadi raksasa dan mencekik pengusaha – pengusaha dan perajin kecil di daerah desa – desa. Oleh karena itu, harus ada campur tangan untuk mengatur sistem ekonomi yang baik.
Ø  Seorang ibu yang menjaga perasaan anaknya yang sedang kalah dalam pertandunagn, Ibu tersebut menghibur dan memberi hadiah kepada anaknya agar tidak bersedih lagi.

-          Kendala  :
Ø  Terkadang tindakan yang dilakukan terlalu berlebihan untuk membuuat orang lain bahagia, sehingga membuat dia menjadi kurang nyaman.
Ø  Kurang sadarnya masyarakat terhadap kepentingan dan keadilan terhadap  orang lain


5.    Aliran  Naturalisme
                            Aliran Naturalisme dicetuskan oleh Zeno (340-264 SM) . Sekitar abad ketiga sebelum masehi, muncul aliran dalam hal etika yang dikenal dengan aliran Natularisme. Aliran yang diprakarsai itu berpendapat bahwa ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia adalah manakala manusia itu secara natural mengikuti akalnya dalam mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Jadi menurut pendapat ini hidup manusia harus mengikuti petunjuk akal, dengan mengikuti petunjuk akal berarti telah memiliki etika tinggi.
-          Contoh :
Ø  Ani membuat daftar tujuan hidup atau cita – cita yang ingin dicapai dalam jangka waktu pendek maupun panjang.
Ø  Budi mengikuti pendapat yang ia yakini dalam menentukan pilihan jurusan yang ingin ia minati.
-          Kendala :
Ø  Jalan pikiran manusia itu bersifat tidak absolut dan tidak pasti, dan terkadang dapat berubah – ubah tanpa diduga sebelumnya.
Ø  Akal dan pikiran manusia terkadang masih diiukuti oleh ego dan emosi jiwa  atau nafsu sehingga terkadang tidak murni dari akal, pikiran, dan hati yang bersih.
6.    Aliran Hedonisme
è  Aliran ini dicetuskan oleh Jeremy Bentham
è  Dari bahasa Grik: Hedone, yang berarti kesenangan , pleasure.
è  Kebahagiaan adalah kepuasaan jasmani, yang dirasa lebih insentif dari kepuasan rohaniah.
è  Prinsip dari aliran ini menganggap,  bahwa sesuatu itu dianggap  baik, sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya.
-          Contoh :
Ø Budi telah berhasil memenangkan lomba menulis artikel tentang kesehatan, Ia sangat senang sekali karena dengan hasil uang yang ia dapatkan, Ia bisa membeli laptop.
Ø Tina dan Salsa memberi kejutan istimewa dii hari ulang tahun Nina, mereka bahagia karena dapat membuat kado ulang tahun terhebat di sepanjang hidup si Nina.

-          Kendala :
Ø Dalam mencapai kebahagian atau kepuasan jasmani dan rohani dibutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga untuk mencapai hasil yang maksimal. Sehingga terkadang muncul permasalahan yang timbul dari diri sendiriatau orang lain akibat obsesi kita untuk menggapai kepusan itu sendiri.

7.    Aliran Eudemonisme
                            Aliran ini dicetuskan oleh Aristoteles. Kata eudaemonisme di ambil dari istilah Gerika, yaitu“eudaemonia” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan; “kebahagiaan, untuk bahagia”.  Prinsip pokok paham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut Aristoteles, untuk mencapai eudaemonia ini diperlukan 7 hal, yakni: Kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan, kekuasaan, Kemauan  Perbuatan baik  dan Pengetahuan batiniah
-          Contoh :
Ø Abu bakar membebaskan atau memerdekakan  budak yang disiksa oleh Abu Jahal
Ø Ayah memberi kebebasan Kepada anak- anaknya untuk meimilih tempat liburan yang ingin mereka kunjungi.
-          Kendala :
Ø Kendalanya adalah ketika kita mencoba untuk membahagiakan orang lain namun kita sering kali kekurangan finansial dan waktu yang cukup untuk membahagiakan orang yang kita sayangi tersebut.
Ø Selain itu, sering kali kita mencoba auntuk membuat oarng lain bahagia namun respon dari orang tesebut kurang baik, karena tindakan yang kita lakukan menurut dia kurang menarik.


8.    Aliran Altruisme
Asal dari kata alteri (Lt), yang berarti others, orang lain. Aliran ini merupakan lawan kata dari egois. Altruisme adalah suatu paham atau aliran yang prinsipnya mengutamakan kepentingan orang lain walau dirinya sendiri menderita atau menaggung rugi.
-          Contoh :
Ø Ibu memberikan jatah makannya untuk anak – anaknya , meskipun ia masih lapar
Ø Dina mengantarkan Tina ke rumah sakit, meskipun sebenarya hari itu Ia ada UTS Etika Kesehatan Masyarakat
-          Kendala :
Ø Adanya dorongan perasaan yang kuat untuk meronta – ronta karena harus menderita di atasa kebahagiaan orang lain
Ø Kepentingan atau kewajiban kita akan tertunda karena terlalu mementingkan kepentingan orang lain.
9.    Aliran Idealisme
                          Aliran ini dicetuskan oleh Immanuel Kant. Aliran ini tidak bicara definisi, tapi apa yang ada dibalik etika tersebut. Immanuel Kant (1725- 1804), Ia berpendapat bahwa seseorang berbuat baik pada prinsipnya bukan karena dianjurkan oleh orang lain, melainkan atas dasar kemauan sendiri (atau rasa kewajiban). Perbuatan baik akan dilakukan juga walaupun diancam atau dicela orang lain karena terpanggil oleh kewajiban.
-          Contoh :
Ø  Memberi makan kepada anak yatim piatu dan para penengemis
Ø  Merawat Ibu yang sakit di rumah sakit
-          Kendala :
Ø  Akan diancam atau dicela orang lain karena melakukan perbuatan yang menurut mereka berlebihan.
Ø  Akan dijauhi atau mendapat tekanan sosial oleh orang – orang yang iri dan tidak suka melihat kebaikan dan kedamain.

10.  Aliran Vitalisme
                          Aliran ini dicetuskan oleh Freedrich Witzche (1844-1900). Aliran etika Vitalisme mengukur baik buruknya perbuatan manusia dengan ada tidaknya daya hidup maksimum yang mengendalikan perbuatan itu. Maka, yang dianggap baik ialah orang yang kuat dan dapat memaksakan kehendaknya serta mampu menjadikan dirinya selalu ditaati. Filsafat dalam aliran ini adalah atheistic. Karenanya, Witzche juga berjuang menentang gereja di Eropa.

-          Contoh :
Ø  Seorang presiden memerintahkan para anggota dewan  untuk membuat rancangan gedung rumah presiden yang baru.
Ø  Seorang atasan memerintahkan karyawannya untuk memijit dan membersihkan bajunya yang kotor.
-          Kendala :
Ø Tindakan atau perintah yang dilakukan oleh pemimpin yang berlebihan membuuat ketidaknyamanan orang lain.
Ø Akan timbul protes sosial akibat tindakan otoritas yang yelah dilakukan.

11.  . Aliran Positivisme
                          Aliran ini dicetuskan oleh Auguste Comte (1798 – 1875). Aliran ini menitikberatkan kepada hal – hal yang positif terhadap etika mereka yakin pasti; tentu; dan tegas yakni dapat diraba / dirasakan oleh panca indera. Aliran ini memandang agama relatif sebab apa yang menjadi tujuan beragama tersebut tidak dapat dirasakan langsung oleh pancaindera manusia. August Comte berupaya keras untuk menemukan persesuaian antara kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat yang diistilahkannya dengan “antara egoisme dan altruistis”.
-          Contoh :
Ø  Melakukan bakti sosial di daerah yang terkena bencana alam.
Ø  Seluruh warga bergotong royong untuk membersihkan lingkungan  dan melakukan 3M .
-          Kendala :
Ø  Kepentingan individu dan masyarakat terkadang tidak dapat disatukan, karena tujuan melakukan kegiatan kebaikan diantara mereka berbeda.
Ø  Adanya kelas sosial sehingga sulit untuk menyatukan seluruh kepentingan bersama.
12.  . Aliran Gessingnungsethik
                          Aliran ini diprakarsai oleh Albert Schweitzer.  Yang terpenting menurut ajaran ini adalah “penghormatan akan kehidupan”, yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling menolong dan berlaku baik. Ukuran kebaikannya yakni pemeliharaan akan kehidupan, dan yang buruk yakni setiap usaha yang berakibat binasa dan menghalang – halangi hidup.
-          Contoh :
Ø  Dina menolong Toni yang tertabrak sepeda motor sepulang kuliah
Ø  Agus mendirikan panti asuhan untuk menampung anak jalanan yang sudah tidak memliki orang tua dan tempat tinggal.
-          Kendala :
Ø  Adanya niatan untuk berbuat baik namun terganjal oleh finansial dan kebutuhan pribadi.
Ø  Adanya komentar sosial yang buruk terhadap niatan atau kebaikan yang telah kita lakukan.
13.  Aliran Evolusi
                          Paham ini berpendapat bahwa segala sesuatunya yang ada di alam ini selalu (secara berangsur – angsur) mengalami perubahan yakni berkembang menuju ke arah kesempurnaan. Adapun seorang Filsuf Herbert Spencer (1820-1903) mengemukakan bahwa perbuatan akhlak itu tumbuh secara sederhana kemudian dengan berlakunya (evolusi) akan menuju ke arah cita – cita , dan cita – cita inilah yang dianggap sebagai tujuan.
-          Contoh :
Ø  Seorang siswa belajar untuk menggapai cita – citanya.
-          Kendala :
Ø  Setiap orang pasti memiliki titik jenuh pada hidupnya karena mungkin dalam menggapai impiannya mengalami kegagalan.





Daftar Pustaka

Anonim. 2010. Resume Aliran – Aliran Etika. http://www.scribd.com/doc/67691289/Resume-Aliran-Aliran-Etika diunduh pada tanggal 26 Oktober 2012, pukul 19.00


Sururudin. 2008. Etika.                     http://sururudin.wordpress.com/2008/09/25/etika/ diunduh pada tanggal 26 Oktober 2012, pukul 19.00

Widyastuti, Palupi. 2009. Metode Pendidikan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:EGC.

Darmastuti, Ririn.2007. Etka PR dan E-PR. Yogyakarta: Gaya Media.






2. Sebutkan dan jelakan prinsip etika apa saja, berilah masing – masing contohnya !



1.    AUTONOMY ( OTONOMI )
Prinsip “Autonomy” (self-determination) Yaitu prinsip yang menghormati hak-hak pasien, terutama hak otonomi pasien (the rights to self determination) dan merupakan kekuatan yang dimiliki pasien untuk memutuskan suatu prosedur medis. Prinsip moral inilah yang kemudian melahirkan doktrin Informed consent. . Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri.
       Contoh:
-          Pasien berhak menentukan tindakan-tindakan baru dapat dilakukan atas persetujuan dirinya.
-          Seorang warga menetukan sikap untuk ikut penyuluahan ataupun kegiatan kesehatanyang diselenggrakan oleh Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM )

2.    Beneficience ( Berbuat baik )
Yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien atau penyediaan keuntungan dan menyeimbangkan keuntungan tersebut dengan risiko dan biaya. Dalam Beneficence tidak hanya dikenal perbuatan untuk kebaikan saja, melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya (manfaat) lebih besar daripada sisi buruknya (mudharat) yang memerlukan pencegahan.          
Contoh:
-          Dokter memberi obat gatal –gatal  tetapi mempunyai efek yang lain, maka dokter harus mempertimbangkan secara cermat atas tindakannya tersebut.
-          Seorang sarjana Kesehatan Masysrakat ( SKM ) memberikan pelayanan kepada seoarang pasien yang menderita penyakit TBC, maka SKM tersebut harus mempertimbangkan dan berkonsultasi dengan ahlinya dalam memberikan pelayanan kesehatan.

3.    Non  Maleficience ( Tidak merugikan )
Prinsip tidak merugikan “Non-maleficence” adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai “primum non nocere” atau “ above all do no harm “. Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya atau cidera fisik dan psikologis pada klien atau pasien.
Contoh:
-          Pendapat dokter dalam memberikan  pelayanan tidak dapat diterima oleh pasien dan keluarganya sehingga jika dipaksakan dapat merugikan pasien.
-          Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) memberikan pelayanan yang terbaik dalam usaha penyembuhan pencegahan  tanpa merugikan masyarakat.

4.    CONFIDENTIALITY ( KERAHASIAAN )
Institusi kesehatan akan menjaga kerahasiaan informasi yang bisa merugikan  seseorang atau masyarakat. Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang pasien  harus dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan pasien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan pasien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh pasien dengan bukti persetujuan.
Contoh:
-          Seorang dokter maupun tenaga medis yang  menangani pasien menjaga dan meng-back up setiap data informasi yang dimiliki dari pasien tersebut, baik itu nama, alamat, panyakit yang diderita, dan sebagainya.
-          Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) merahasiakan segala bentuk data terkait dengan data survei yang bersifat pribadi ( tidak dipublikasikan )

5.    Fidelity ( Menepati janji )
Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Tenaga Kesehatan setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia pasien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya
Contoh:
-          Seorang dokter berjanji dengan sungguh untuk menjaga setiap rahasia pasiennya, dan sampai kapanpun akan tetpa menjaga komitmennya untuk menjaga kerahasiaan setiap pasiennya
-          Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SK M ) menepati janjinya dalam usaha peningkatan dan perbaikan kesehatan di masyarakat sesuai dengan program yang telah dibuat.

6.    Fiduciarity ( Kepercayaan )
adalah hukum hubungan atau etika kepercayaan antara dua atau lebih pihak. Kepercayaan dibutuhkan untuk komunikasi antara professional kesehatan dan pasien. Seseorang secara hukum ditunjuk dan diberi wewenang untuk memegang aset dalam kepercayaan untuk orang lain. Para fidusia mengelola aset untuk kepentingan orang lain daripada untuk keuntungan sendiri.
Contoh:
-          Seorang dokter dipercaya oleh pasiennya untuk melakukan operasi pengankatan sel kanker dalam tubuhnya.
-          Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) diberi kepercayaan oleh masyarakat dalam memberantas wabah DBD dan malaria



7.    Justice ( Keadilan )
Yaitu prinsip moral yang mementingkan fairness dan keadilan dalam bersikap maupun dalam mendistribusikan sumber daya (distributive justice) atau pendistribusian dari keuntungan, biaya dan risiko secara adil.
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama rata  dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan.
Contoh:
-          Tenaga kesehatan medis tidak boleh diskriminatif dalam memberikan pelayanan kesehatan antara pasien JAMKESMAS dan pasien VVIP
-          Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) memberikan pelayanan kesehatan seperti imunisasi, penyuluhan, pemberantasan jentik – jentik pada semua lapisan masyarakat.


8.    Veracity ( Kejujuran )
Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap pasien dan untuk meyakinkan bahwa pasien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan.
Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi, mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Kebenaran merupakan dasar  membangun hubungan  saling percaya.
Contoh:
-          Tenaga kesehatan harus menyampaikan sejujurnya penyakit pasien namun tidak dapat diutarakan semua kecuali kepada keluarga pasien.
-          Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat ( SKM ) meberikan informasi tekait dengan kondisi kesehatan masyrakat dengan transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.



























DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2003. Aspa, Ethic & Public Health : Model Curriculum, Columbia University https://www.google.co.id/search?q=2.%09ASPA%2C+ETHIC+%26+PUBLIC+HEALTH+%3A+MODEL+CURRICULUM%2C+Columbia+University%2C+2003&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diunduh tanggal 22 September 2012 pukul 10.30

Anonim. 2002. Principles of the Ethical Practice of Public Health.

http://ethics.iit.edu/ecodes/node/4734  diunduh tanggal 22 Sepetember 2012 pukul 10.30

Anonim. 2001. Public Health Principlism.

http://ije.oxfordjournals.org/content/30/1/187.full diunduh tanggal 22 September 2012 pukul 10.30

Anonim. 2012. Hukum, Etika & Regulasi Kesehatan Masyarakat
Anonim. 2012. Prinsip – Prinsip Etika Kesehatan. http://ekaherawati200510.wordpress.com/2011/11/30/aliran-prinsip-prinsip-etika-kesehatan-hudson/ diunduh tanggal 23 September pukul 17.00

Anonim. 2009. Kaidah, Moral Dan Etika Profesi Kedokteran. http://mymodul.wordpress.com/2011/01/18/kaidah-dasar-moral-dan-teori-etika-dalam-membingkai-tanggungjawab-profesi-kedokteran/ diunduh pada tanggal 24 September 2012 pukul 11.00

Investopedia. 2009. Definisi Fiduaricity.
http://www.investopedia.com/terms/f/fiduciary.asp#axzz27TARoo4t diunduh tanggal 23 September 2012 pukul 10.00
3.  Jelaskan arti penting etika kesehatan pada saat ini !

Apakah etika, dan apakah pentingnya etika kesehatan saat ini . Etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip – prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri, khususnya pada bidang kesehatan.

Ada lima tiga  pentingnya etika kesehatan pada saat ini. Alasan pertama, dalam beberapa dasa warsa terakhir, ilmu dan teknologi kesehatan telah mengalami perkembangan yang demikian pesatnya.. Namun, sekali lagi, perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan tidak bisa berdiri begitu saja dengan bebas, tanpa “reaksi” etika masyarakat yang mengelilinginya. Perkembangan di bidang alat-alat canggih penopang kehidupan telah pula menimbulkan polemik mengenai definisi kematiandan  kontroversi
            Alasan kedua adalah kesadaran profesionalisme tenaga kesehatan  yang merasa “mendapatkan mandat” dari masyarakat yang dipercaya sepenuhnya terhadap permasalahan-permasalahan kesehatan rumit yang hanya bisa dimengerti oleh masyarakat profesi kesehatan  saja.
Kelima alasan inilah yang membuat masyarakat profesi kesehatan khususnya kedokteran dan SKM mulai menyadari pentingnya aspek etika dalam praktik kesehatan  sehari-hari baik dalam aspek pelayanan harian, hingga riset yang mungkin “jauh dari kontak langsung” dengan pasien.
Penerapan etika kesehatan pada dewasa ini sangatlah penting khususnya untuk tenaga profesi kesehatan. Karena melalui etika para tenaga profesi diajarkan untuk melakukan segala tindakan sesuai dengan prinsip, dan aturan yang telah berlaku.
Apabila praktik tidak etis kesehatan dillakukan akan mengarah ke tindakan bunuh diri profesional. Selain itu, tanggung gugat profesioanal-bertanggung gugat pada diri sendiri, klien, peserta, perusahaan, profesi, maupun masyarakat – secara umum dipandang sebagai prinsip etis yang sangat penting atau esensial. Dalam Pembukaan Code of Ethics for the Health Profession, dinyatakan bahwa :
Kode etik menyediakan kerangka nilai yang sama untuk mempraktikkan pendidikan kesehatan. Kode etik tertanam dalam prinsip – prinsip etis dasar yang menggaris bawahi semua jasa layanan kesehatan: penghormatan atas hak otonomi, penyeruan keadilan sosial, penyeruan aktif ajakan, dan upaya menghindari bahaya..... Apapun jenis pekerjaan, serikat profesi, lingkungan pekerjaan, atau populasi  yang dilayani, pendidik kesehatan harus mematuhi pedoman ini ketika membut keputusan profesional “.

Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.





Daftar Pustaka
Siswanto, Hadi. 2010. Etika Profesi Sanitarian dan Pembangunan Berwawasan Kesehatan.                                                      http://belibukuonline.com/kesehatan/etika-profesi-sanitarian-dan-pembangunan-berwawasan-kesehatan-hadi-siswanto/ diunduh pada tangga 26 Oktober 2012, pukul 16.00
Romadhon, Yusuf. 2011. Mengapa Dokter Menyadari Pentingnay Etika. http://yusufalamromadhon.blogspot.com/2011/04/mengapa-dokter-menyadari-pentingnya.html diunduh pada tanggal 26 Oktober 2010, pukul 16.00

4.  Etika penelitian perlu ditegakkan, jelaskan prosesnya kenapa etika kesehatan menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan di dalam melakukan suatu research

            Etika penelitian dalam kesehatan masyarakat ini menjelaskan  tentang jenis-jenis penelitian terutama penelitian yang melibatkan manusia, faktor-faktor kesehatan masyarakat yang unik dalam penelitian, dasar pertimbangan etika dalam  kesehatan masyarakat dan proses standar untuk menerapkan etika dalam penelitian.  
Penelitian adalah komponen integral dalam kesehatan masyarakat. Jika ada kewajiban untuk melindungi kesehatan masyarakat maka ada pula  kewajiban untuk mempelajari bagaimana cara terbaik untuk melakukan hal tersebut. Hal ini meliputi pengumpulan informasi untuk mengidetifikasi penyebab penyakit, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tersebarnya penyakit dan mengevaluasi pendekatan - pendekatan untuk melindungi atau menjaga kesehatan.
B. Dasar Pertimbangan Etika dalam Penelitian yang Melibatkan Manusia
Filosof, pembuat kebijakan dan yang Iainnya memperhatikan, untuk pertama  kalinya, penerapan-penerapan etika dalam penelitian setelah terungkapnya kebrutalan kebrutalan percobaan medis pada jaman Perang Dunia II. Anak-2 kembar dipilih untuk diteliti sebagai ‘control’  Salah satu si kembar di injeksi dengan penyakit menular, misal Typhoid Ketika si kembar meninggal , maka anak kembar yang dikontrol harus dimatikan dengan cara menginjeksi  Phenol ke jantungnya  Kemudian keduanya di autopsy. Penyalahgunaan penelian di era nazi, dachau studies. Dan kemudian di lakukan pengadilan Numbreg yang berisi Harus ada persetjuan secara sukarela dari ybs  Perlu memperhatikan  kapasitas dalam pemberian persetujuan (consent) , Tidak boleh pemaksaan Perhitungkan antara risiko & manfaat  Minimalkan risiko & bahaya  Peneliti harus qualified dengan gunakan design riset yang liable secara ilmiah & hukum Obyek penelitian mempunyai hak mengundurkan diri jika tidak sesuai
Sejak saat itu banyak agenda  dalam bidang etika dilakukan karena adanya dilema dalam kemajuan teknologi kesehatan dan dalam penelitian ynag menyangkut manusia sebagai subyek yang diteliti. Dengan adanya hal ini, diskusi-diskusi mengenai etika berfokus pada sejumlah masalah mengenai: surat persetujuan, penelitian dalam populasi yang berrisiko, dan menyeimbangkan antara risiko dan manfaat penelitian. Peraturan-peraturan baru mengenai masalah-masalah ini didasarkan oleh tiga prinsip etika.
Ketiga prinsip etika ini, yang dicetuskan oleh the National Conmmision for the Protection of Human Subject of Biomedical and Behavioral Research dalam dokumen mereka yang terkenal dengan nama the Belmont Report meliputi penghormatan terhadap individu/ perseorangan, manfaat dan keadilan. Di sisi lain, prinsip utama dasar etika penelitian respect for person (menghormati seseorang),  beneficence (manfaat) , non-maleficence (tidak membahayakan subjek peneletian) dan justice (keadilan).
Penelitian saat ini juga berbeda karena tingkat keikutsertaan yang ditawarkan oleh peneliti terhadap subyek yang diteliti. Beberapa peneliti beranggapan bahwa penelitian observasi yang ideal adalah menjalankan penelitian seakan­akan penelitian itu tidak terjadi (disembunyikan), untuk mengetahui apa yang akan dilakukan orang-orang (yang diteliti) jika penelitian benar-benar tidak dilakukan. Dalam jenis penelitian Participatory Action Research, subyek yang diteliti dianggap sebagai mitra peneliti. Mereka dapat menentukan apa yang akan diteliti dan bagaimana penelitian dijalankan, mengumpulkan beberapa atau seluruh data, dan berpartisipasi dalam analisis data.
 Oleh karena itu, manusia sebagai partisipan dalam penelitian harus dilindungi dari segala bentuk kerugian karena mengikuti suatu penelitian Integritasnya harus dijaga mulai proses hingga outcome penelitian ditunjukkan keuntungan responden mengikuti penelitian ini


Daftar Pustaka


Widyastuti, Palupi. 2009. Metode Pendidikan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:EGC.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .