RSS

Senin, 15 April 2013

BIOTIN


Biotin

   Sejarah
Sejarah biotin dimulai sejak tahun 1901. Pada saat itu Wilders menemukan bahwa pada ragi untuk bertumbuhnya memerlukan zat khusus yang dinamakan bios. Kemudian selang 30 tahun kemudian, bios ini cukup berguna untuk campuran berbagai faktor penting yaitu bios IIB atau biotin. Pada tahun 1931 peneliti bernama Gyorgy menemukan faktor bios ini pada daging hati dan dinamakan vitamin H. Kemudian pada tahun 1940 Gyorgy bersama rekan-rekannya menemukan keidentikan pada vitamin H dengan koenzim R dan mengisolasi biotin ini dari hati. Goldberg dan Sternbach pada tahun 1949 kemudian mengembangkan teknik untuk produksi industri biotin jadi lebih banyak. Pada tahun 1993, Wolfes dan rekan-rekannya menunjukkan adanya defisiensi karboksilase karena kekurangan biotin pada tubuh seseorang.

b.      Sifat Kimia dan Kestabilan
Ø  Biotin adalah suatu asam monokarboksilat terdiri atas cincin imidasol yang bersatu dengan cincin tetrahidrotiofen dengan rantai samping asam valerat
Ø  Pada bagian imidasol penting sebagai tempat pengikat avidin, protein utama putih telur
Ø  Merupakan kofaktor berbagai enzimkarboksilase yang digunakan dalam sintetis air, metabolisme asam lemak, glukeogenesis dan metabolisme asam amino berantai cabang
Ø  Tahan panas, larut air, dan alkohol serta mudah dioksidasi

c.       Absorbsi, Transportasi dan Ekskresi
v  Vitamin yang terikat pada protein ini dihidrolisis menjadi biositin yang dibsorpsi bersama biostin bebas dalam bagian atas usus halus
v  Biotin diabsopsi secara ktif dalam duodenum dan ileum bagian atas, disimpan atau digunakan setelah diubah menjadi biotinil-5- adenilat  di dalam otot , hati, ginjal.
v  Biostin dihidrolisis menjadi biotin di dalam plasma
v  Biotin dan metabolistnya dikeluarkan melaui urin dalam jumlah 6 –50 µg/hari.
v  Bila memakan telur mentah, kompleks biotin – avidin tidak bisa dihidrolisis.
v  Biotin di dalam usus dapat disintetis oleh bakteri, sehingga ekskresi biotin melalui feses dapat mencapai 3-6 kali lebih besar dari pada konsumsi melalui makanan
v  Ketersediaan biotin disitetis bakteri dalam usus besar bagi manusuia belum diketahui

d.      Fungsi
·         Sebagai koenzim pada reaksi – reaksi yang menyangkut penambahan atau pengeluaran karbon dioksida kepada atau dari senyawa aktif
·         Sebagai sintetis dan oksidasi asam lemak
·         Dalam  proses deaminasi, yaitu pengeluaran NH2 dari asam – asam amino tertentu, terutama asam aspartat, treonin, dan serin serta sitetis purin yang dipelukan dalam pembentukan DNA dan RNA
·         Sangat erat kaitannya denga asam folat, asam pantetonat dan vitamin B12.

e.      Angka Kecukupan Biotin yang Dianjurkan
Angka kecukupan biotin belum diketahui dengan pasti karena kurangnya pengetahuan tentang ketersediaan biologik biotin dalam makanan dan kontribusi yang belum pasti dari biotin berasal dari sintetis bakteri.
f.        Sumber
*      Sumber yang baik adalah hati, kuning telur, serelia, khamir, kacang, kedelai, kacang tanah, sayuran dan buah – buahan tertentu (jamur, pisang, jeruk,semangka,strawberi)
*      Sumber yang kurang baik yaitu daging dan buah – buahan
*      Di dalam putih telur mentah biotin diikat kuat oleh avidin, tetapi setelah dimasak akan dilepas, avidin mengalami denaturasi dan tidak berbahaya

g.       Akibat Kekurangan
·         Gejala kekurangan pada manusia atau hewan bisa terjadi bila memakan putih teur mentah lebih dari 24 butir telur sehari.
·         Gejala kekurangan biotin pada orang dewasa adalah rasa lelah, kurang nafsu makan, rasa enek, muntah – muntah, otot sakit, kulit kering dan bersisik, alopesia (Kebotakan setempat ) dan kesemutan
·         Pada bayi berumur dibawah enam bukan terlihatgejala dermatitis sebore dan alopeisa
h.      Akibat kelebihan
Akibat kelebihan belum diketahui.




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .