RSS

Kamis, 11 April 2013

HABITAT, NICHE ECOLOGY, INDIVIDU, POPULASI

1.      HABITAT

Habitat adalah tempat suatu makhluk hidup. Semua makhluk hidup mempunyai tempat hidup yang disebut habitat (Odum, 1993). Kalau kita ingin mencari atau ingin berjumpa dengan suatu organisme tertentu, maka harus tahu lebih dahulu tempat hidupnya (habitat), sehingga ke habitat itulah kita pergi untuk mencari atau berjumpa dengan organisme tersebut.
Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop.
Contohnya, habitat paus dan ikan hiu adalah air laut, habitat ikan mas adalah air tawar, habitat buaya muara adalah perairan payau, habitat monyet dan harimau adalah hutan, habitat pohon bakau adalah daerah pasang surut, habitat pohon butun dan kulapang adalah hutan pantai, habitat cemara gunung dan waru gununl; ndalah hutan Dataran tinggi, habitat manggis adalah hutan dataran rendah dan hutan rawa, habitat ramin adalah hutan gambut dan daerah dataran rendah lainnya, pohon-pohon anggota famili Dipterocarpaceae pada umumnya hidup di daerah dataran rendah, pohon aren habitatnya di tanah dataran rendah hingga daerah pegunungan, dan pohon durian habitatnya di dataran rendah.

                 Gambar Habitat Harimau di Hutan                         Gambar Habitat Ikan di Laut

2.      NICHE ECOLOGY

Relung (niche) dalam ekologi merujuk pada posisi unik yang ditempati oleh suatu spesies tertentu berdasarkan rentang fisik yang ditempati dan peranan yang dilakukan di dalam komunitasnya. Konsep ini menjelaskan suatu cara yang tepat dari suatu organisme untuk menyelaraskan diri dengan lingkungannya.
Relung (niche) berbeda dengan habitat, yakni Habitat adalah pemaparan tempat suatu organisme dapat ditemukan, sedangkan relung adalah pertelaan lengkap bagaimana suatu organisme berhubungan dengan lingkungan fisik dan biologisnya.

Menurut beberapa pendapat para ahli, yakni :
a.       Joseph Grinnell adalah orang pertama yang mengemukakan tentang istilah relung (nische) pada tahun tahun 1917. Menurut Grinner, relung merupakan bagian dari habitat yang disebut dengan mikrohabitat. , Grinnell mengatakan bahwa setiap relung hanya dihuni oleh satu spesies. Pandangan relung yang dikemukakan oleh Grinnell inilah yang disebut dengan relung habitat.Contoh, jika kita mengatakan relung habitat dari ikan, maka kita akan menjelaskan mikrohabitat ikan tersebut. Dengan demikian kita harus menjelaskan pada suhu,salinitas dan kedalaman berapa ikan hidup, apakah dia tahan terhadap perubahan salinitas, dan sebagainya.
b.      Charles Elton (1927), menyatakan bahwa relung merupakan fungsi atau peranan spesies di dalam komunitasnya. Maksud dari fungsi dan peranan ini adalah kedudukan suatu spesies dalam komunitas dalam kaitannya dengan peristiwa makan memakan dan pola-pola interaksi yang lain. Ini  disebut dengan relung trophik. Sebagai contoh kalau kita menyatakan relung trophik dari ikan tongkol, maka kita harus menjelaskan bahwa ikan tongkol itu makan apa dan dimangsa oleh apa, apakah dia herbivora, karnivora, atau omnivora,dan sebagainya.
c.       Hutchinson(1958) menyatakan bahwa relung adalah kisaran berbagai variabel fisik dan kimia serta peranan biotik yang memungkinkan suatu spesies dapat survival dan berkembang di dalam suatu komunitas. Inilah yang disebut dengan relung multidimensi (hipervolume). Sependapat dengan pengertian relung ini, maka Kendeigh (1980) menyatakan bahwa relung ekologik merupakan gabungan khusus antara factor fisiko kimiawi (microhabitat) dengan kaitan biotik (peranan) yang diperlukan oleh suatu spesies untuk aktifitas hidup dan eksistensi yang terus menerus di dalam komunitas. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa relung multidimensi merupakan gabungan dari relung habitat dan relung tropic.
Contoh : Relung Ekologi Ikan

3.      INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Contoh individu yaitu manusia, seekor anjing, seekor kerbau dan lain sebagainya.

4.      POPULASI

Populasi merupakan seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. Populasi memiliki parameter yakni besaran terukur yang mennjukkan cirri dari populasi itu. Seperti: rata-rata, bentangan, rata-rataa simpangan, variasi, simpangan baku dan lain-lain. Paramaeter suatu populasi adalah tetap nilainya, bila nilainya itu berubah maka berubah pula populasinya.
Pengertian Populasi yan lain menyebutkan bahwa Populasi merupakan suatu keseluruhan objek penelitian yang terdiri-dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuhan , gejala-gejala, nilai tes atau peristiwa-peristiwa, yang memiliki karakteristik tertentu dui dalam suatu penelitian (Hadari Nawawi , 1983: 141).
Margono, S. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Contoh:

Populasi burung Flamingo
Populasi pohon kelapa

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .