RSS

Senin, 15 April 2013

LAPORAN PRAKTUKUM KIMIA REAKSI NYALA LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH


REAKSI NYALA LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH

A.     Tujuan
Mengamati reaksi nyala logam alkali dan alkali tanah.
B.      Dasar Teori
Pada uji nyala api, senyawa yang mengandung logam golongan A, B, dan transisi (dalam sistem periodik unsur-unsur) diuapkan dengan oksidasi nyala api yang akan memberikan warna tertentu pada nyala tertentu.Unsur-unsur halogen, dalam sitem periodik termasuk dalam golongan VIIA.
Semua logam alkali lunak, putih mengkilap seperti perak dengan titik leleh terendah. Sifat ini karena atom-atom alkali hanya memiliki satu elektron terluar yang terlibat dalam ikatan logam, sehingga energi kohesi antar atom dalam kristal sangatlah kecil. Logam logam alkali akan memperlihatkan warna spektrum emisi yang khas jika dibakar pada nyala api bunsen. Adapun warna-warna yang dihasilkan adalah Li merah karmin, Na kuning, K ungu, Rb merah, Cs biru.
Logam-logam golongan II A memiliki jari-jari yang lebih kecil jika dibandingkan dengan golongan I A, sehingga logam-logam alkali memiliki kerapatan serta energi ionisasi yang lebih tinggi. Hal ini karena logam-logam alkali memiliki dua elektron sehingga ikakatan antar atom lebih kuat. Garam –garam alkali tanah jika dibakar pada nyala bunsen akan menimbulkan spektrum emisi antaralain. Ca merah bata, Sr merah tua, Ba hijau kuning. Mg dan Be tidak memberikan spektrum emisi yang khas. Logam alkali tanah juga bersifat reduktor dan jika bereaksi dengan air akan membentuk basa dan gas H2.








C.      Alat dan Bahan
1.      Alat :
Ø  Tabung Reaksi 5 buah
Ø  Kaca Arloji
Ø  Kawat Nikrom
Ø  Pembakar Spirtus dan Kaki Tiga
Ø  Korek Api
Ø  Batang Lidi
Ø  Kayu Penjepit
Ø  Pipet tetes
Ø  Spirtus
Ø  Serbet
Ø  Pinset
Ø  Cawan Petri
2.      Bahan :
a.      Kristal :
v  Kristal NaCl
v  Kristal Mg
v  Kristal SrCl2
v  Kristal BaCl2
v  Kristal CaCl2
v  Kristal KOH

b.      Senyawa Kompleks :
v  Larutan CuSO4 + NH4OH
v   Larutan AgNO3 + NH4OH
v  Larutan FeCl3 + KSCN
v  Larutan FeCl3  + KSCN exess
v  Larutan CuSO4 + KSCN
v  Larutan AgNO3 + KSCN

D.     Langkah Kerja
a.      Untuk Kristal
1.      Tempatkan kristal NaCl secukupnya kedalam kaca arloji
2.      Kemudian tambahkan 1 pipet cairan spirtus
3.      Letakkan kaca arloji pada penyangga kaki tiga
4.      Nyalakan pembakar spirtus
5.      Gunakan lidi untuk membakar NaCl, jangan letakkan kaca arloji di atas pembakar spirtus
6.      Masukkan Lidi  yang telah berapi ke  dalam kaca arloji
7.      Angkat lidi tadi setelah kristal NaCl dan spirtus terbakar
8.      Amati nyala warna yang ditimbulkan dari pembakaran kristal NaCl
9.      Ulangi langkah 1 – 8 untuk  pembakaran Kristal MgCl2, Kristal SrCl2, Kristal BaCl2, Kristal CaCl2.
10.  Catat hasilnya pada tabel pengamatan !

b.      Untuk Larutan Senyawa Kompleks.
1.    Siapakan 5 tabung reaksi, larutan AgNO3 Larutan NH4OH, Larutan FeCl3, Larutan KSCN, Larutan CuSO4, pipet di atas meja praktikum
2.    Kemudian, isi tabung reaksi A dengan larutan CuSO4  ditambah dengan 1 tetes NH4OH  lalu amati perubahanya. Setelah itu tambahkan 1 tetes lagi NH4OH, amati perubahan yang terjadi !
3.    Isi tabung B dengan Larutan CuSO4 +  1 tetes KSCN, amati perubahannya. Setelah itu, tambahkan lagi 1 tetes KSCN, dan amati perubahannya.
4.    Isi tabung C dengan larutan FeCl3 + 1 tetes KSCN, amati perubahannya. Setelah itu, tambahkan lagi 1 tetes KSCN, dan amati perubahannya.
5.    Isi tabung D dengan larutan AgNO3 + 1 tetes NH4OH, amati peubahannya. Lalu tambahkan lagi 1 tetes NH4OH, amati perubahannya.
6.    Isi tabung E dengan larutan AgNO3 +  1 tetes KSCN, amati perubahannya. Lalu tambahkan lagi 1 tetes KSCN, amati perubahannya.
7.    Catat hasil pengamatan pada tabel pengamatan !

E.      Tabel Pengamatan
1.      Percobaan Kristal alkali dan alkali tanah
No
Logam / Kristal
Warna Nyala Api
1.
Mg
Putih
2.
NaCl
Orange
3.
KOH
Ungu
4.
CaCl2
Orange
5.
SrCl2
Merah
6.
BaCl2
Hijau Muda


2.      Percobaan Larutan Senyawa Kompleks
No
Larutan
Perubahan 1 (tetes ke-1)
Perubahan 2 (tetes ke-2)
1.
CuSO4 + NH4OH
Biru Muda
Biru Tua
2.
CuSO4 + KSCN
Hijau
Kuning Kehijauan
3.
FeCl3 + KSCN / KSCN exess
Merah Kehitaman
Merah Darah
4.
AgNO3 + NH4OH
Kuning ( Krem )
Bening
5.
AgNO3 + KSCN
Putih, terdapat endapan
Putih Susu


F.       PEMBAHASAN
Dari hasil praktikum  uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi Mg terdapat adanya pemanasan yang kuat menyebabkan logam alkali tanah terbakar di udara membentuk oksida dan nitrida.Logam alkali tanah, kecuali Be dan Mg dengan udara juga dapat berlangsung, tetapi terjadinya korosi yang berlanjut dapat dihambat karena lapisan oksida yang terbentuk melekat kuat pada permukaan logam. Dengan pemanasan, Berilium dan Magnesium dapat bereaksi dengan oksigen. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan pelindung pada permukaan logam.Barium dapat membentuk senyawa peroksida (BaO2)
2Mg(s) + O2 (g) → 2MgO(s)
            Dari hasil praktikum uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk garam Halida, kecuali Berilium.Lelehan halida dari berilium mempunyai daya hantar listrik yang buruk .Hal itu menunjukkan bahwa halida berilium bersifat kovalen.Oleh karena daya polarisasi ion Be2+ terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-, maka BeCl2 berikatan kovalen. Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion.
Ca2+(s) + 2Cl-(g) → CaCl2(s)
Na+(s) + Cl-(g) → NaCl(s)
Ba2+(s) + 2Cl-(g) → BaCl2(s)
Sr2+(s) + 2Cl-(g) → SrCl2(s)
Dari hasil praktikum uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi kristal Kalium bereaksi dengan basa ( OH - ) akan membentuk basa kuat.
            K+(s) + OH-(g) → KOH(s)
Dari hasil praktikum uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi larutan senyawa kompleks CuSO4 ( Copper Sulfat ) ketika ditambah 1 tetes NH4OH menghasilkan perubahan warna dari bening menjadi biru muda. Kemudian ditambah lagi 1 tetes NH4OH menghasilkan perubahan warna biru muda menjadi biru tua. Reaksi :
 CuSO4 + 2NH4OH                   Cu (OH )2 (s) + (NH4)2 SO4
                                                   Biru muda
Cu (OH )2 (s) + (NH4)2 SO4 + 2NH4OH                              Cu (NH3)2SO4 + 2H2O
                                                                                 Biru tua
Dari hasil praktikum uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi larutan senyawa kompleks CuSO4 ( Copper Sulfat ) ketika ditambah 1 tetes KSCN menghasilkan perubahan warna dari bening menjadi hijau. Kemudian ditambah lagi 1 tetes KSCN menghasilkan perubahan warna hijau menjadi kuning kehijauan. Reaksi :

CuSO4 + 4KSCN                     K2Cu(SCN)4 + K2SO4
                                                Hijau
K2Cu(SCN)4 + K2SO4 +  4KSCN                      K6Cu(SCN)8 + K2SO4
                                                                 Hijau Kekuningan

Dari hasil praktikum uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi larutan senyawa kompleks FeCl3 ( Ferrum Chlorida ) ketika ditambah 1 tetes KSCN menghasilkan perubahan warna yaitu menjadi merah kehitaman. Kemudian ditambah lagi 1 tetes KSCN menghasilkan perubahan warna merah darah. Reaksi :
FeCl3 + 6KSCN                     K3Fe(CNS)6 + 3KCl
                                         Merah kehitaman
K3Fe(CNS)6 + 3KCl +  KSCN                     K4Fe(CNS)7 + 3KCl
                                                            Merah Darah
Dari hasil praktikum uji logam / kristal alkali atau alkali tanah diperoleh bahwa reaksi larutan senyawa kompleks AgNO3 ( Perak Nitrat ) ketika ditambah 1 tetes NH4OH menghasilkan perubahan warna menjadi kuning ( Krem ). Kemudian ditambah lagi 1 tetes NH4OH menghasilkan perubahan warna menjadi bening. Reaksi :
AgNO3 + NH4OH                     Ag(NH3)2 + NH4NO3
                                           Kuning ( Krem )










G.     Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahahasan dapat ditarik kesimpulan dari praktikum kimia unsur adalah sebagai berikut.
1.      Warna nyala api yang ditimbulkan oleh NaCl adalah orange, CaCl2 berwarna merah bata, BaCl2 berwarna hijau , dan SrCl2  berwarna merah tua, KOH berwarna ungu, Mg berwarna putih.
2.      Warna larutan senyawa kompleks
No
Larutan
Perubahan 1 (tetes ke-1)
Perubahan 2 (tetes ke-2)
1.
CuSO4 + NH4OH
Biru Muda
Biru Tua
2.
CuSO4 + KSCN
Hijau
Kuning Kehijauan
3.
FeCl3 + KSCN / KSCN exess
Merah Kehitaman
Merah Darah
4.
AgNO3 + NH4OH
Kuning ( Krem )
Bening
5.
AgNO3 + KSCN
Putih, terdapat endapan
Putih Susu


3. Perbedaan warna nyala api disebabkan oleh perpedaan panjang gelombang atau garis warna dari tiap unsur.
4. Kestabilan suatu larutan dapat dilihat dari deret kereaktifan ligannya.



H.    Dokumentasi
     
            Mg                                           NaCl                                                    KOH
     
            CaCl2                                                   SrCl2                                                    BaCl2
      
CuSO4 + NH4OH                       CuSO4 + NH4OH exess             CuSO4 + KSCN
              
         CuSO4 + KSCN exess                   FeCl3 + KSCN                           FeCl3 + KSCN exess
            
            AgNO3 + NH4OH                               AgNO3 + NH4OH exess
           
            AgNO3 + KSCN                                 AgNO3 + KSCN exess

        








LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
REAKSI NYALA LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH


Disusun Oleh :

1.     Devi Febrian / 06
2.    Ida mahfiroh / 12
3.    Intan Nisa A / 13
4.    Kiky Surya   / 15


Kelompok : 01
Kelas : XII IA 5






SMA NEGERI 2 SEMARANG
2011/2012


PENDAHULAN
Golongan IA disebut juga logam alkali. Logam alkali melimpah dalam mineral dan terdapat di air laut. Khususnya Na (natrium), di kerak bumi termasuk logam terbanyak keempat setelah Al, Fe, dan Ca. Walaupun keberadaan ion natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, sejumlah usaha untuk mengisolasi logam ini dari larutan air garamnya gagal sebab kereaktifannya yang tinggi pada air. Akhirnya Na (natrium) dan juga Kalium (1807) bisa diisolasi dengan mengelektrolisis garam leleh KOH atau NaOH oleh H. Davy di abad ke-19. Kemudian Li (litium) ditemukan sebagai unsur baru di tahun 1817, dan Davy segera setelah itu mengisolasinya dari Li2O dengan metode elektrolisis. Setelah itu pada tahun 1861, Rb (rubidium) dan Cs (cesium), ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi. Fr (fransium) ditemukan dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939, kelimpahan alaminya sangat rendah karena memiliki waktu paro 21 menit. Logam-logam ini juga bersifat sebagai reduktor dan mempunyai warna nyala yang indah sehingga dipakai sebagai kembang api.
Pada pembuatann logam alkali dari senyawanya, merupakan reaksi reduksi. Logam alkali dapat dibuat dengan mengelektrolisis lelehan garam-garamnya, biasanya digunakan garam halida. Logam Li dibuat dengan mengelektrolisis campuran LiCl-KCl cair (KCl berfungsi menurunkan titik leleh). Logam Na diperoleh dengan mengelektrolisis campuran NaCl-NaF cair. Logam K diperoleh dengan cara mengelektrolisis campuran KCl-CaCl2 cair.
Semua logam alkali lunak, putih mengkilap seperti perak dengan titik leleh terendah. Sifat ini karena atom-atom alkali hanya memiliki satu elektron terluar yang terlibat dalam ikatan logam, sehingga energi kohesi antar atom dalam kristal sangatlah kecil. Logam logam alkali akan memperlihatkan warna spektrum emisi yang khas jika dibakar pada nyala api bunsen. Adapun warna-warna yang dihasilkan adalah Li merah karmin, Na kuning, K ungu, Rb merah, Cs biru.
Pada sifat kimianya, logam-logam alkali bersifat reduktor kuat. Hal ini tercermin dari EO yang sangat negatif. Sifat inilah yang menyebabkan logam-logam alkali dapat lansung bereaksi dengan halogen-halogen. Semua senyawa alkali berikatan ionik dengan atom logam alkali memiliki bilangan oksidasi +1.
Adapun kegunaan logam alkali antara lain sinar emisi Na dipakai untuk penerang di jalan-jalan raya atau pada kendaraan. Serta sebagai reduktor dalam pembuatan logam titanium dari senyawanya dan juga pembuatan tetra etil timbal, yaitu zat anti ketukan yang ditambahkan pada bensin.Unsur- unsur golongan II A (2) dalam sistem periodik dikenal sebagai logam-logam alkali tanah. Logam alkali tanah adalah kelompok unsur kimia Golongan 2 pada tabel periodik. Kelompok ini terdiri dari berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Radium kadang tidak dianggap sebagai alkali tanah karena sifat radioaktif yang dimilikinya.
Senyawa-senyawa alkali tanah yang paling banyak terdapat di alam adalah kalsium dan magnesium. Dan yang paling sedikit dijumpai adalah radium karena bersifat radioaktif. Pada pembuatannya, logam-logam alkali tanah juga diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan garam-garamnya. Logam-logam golongan II A memiliki jari-jari yang lebih kecil jika dibandingkan dengan golongan I A, sehingga logam-logam alkali memiliki kerapatan serta energi ionisasi yang lebih tinggi. Hal ini karena logam-logam alkali memiliki dua elektron sehingga ikakatan antar atom lebih kuat. Garam –garam alkali tanah jika dibakar pada nyala bunsen akan menimbulkan spektrum emisi antaralain. Ca merah bata, Sr merah tua, Ba hijau kuning. Mg dan Be tidak memberikan spektrum emisi yang khas. Logam alkali tanah juga bersifat reduktor dan jika bereaksi dengan air akan membentuk basa dan gas H2. Jika suatu atom diberi energi (panas, listrik, radiasi, dsb.), maka elektron yang terletak pada kulit terluar akan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi. Untuk kembali ke tingkat energi dasar, atom tersebut akan melepaskan energi dengan cara memancarkan emisi yang khas untuk atom tertentu.
Energi yang dilepaskan dapat dideteksi dengan mata atau menggunakan alat spektrofotometer, yang mana tiap atom akan memberikan spektrum garis yang berlainan satu dengan yang lain. Spektrum garis yang teamati berupa bayangan yang putus-putus, yang mana ditandai oleh suatu besaran yang frekuensi atau panjang gelombang dari sinar tersebut. Pada uji nyala api, senyawa yang mengandung logam golongan A, B, dan transisi (dalam sistem periodik unsur-unsur) diuapkan dengan oksidasi nyala api yang akan memberikan warna tertentu pada nyala tertentu.Unsur-unsur halogen, dalam sitem periodik termasuk dalam golongan VIIA.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .