RSS

Senin, 15 April 2013

MATERI ANATOMI FISIOLOGI


ANATOMI
BERASAL DARI BAHASA LATIN :
                * ANA : BAGIAN, MEMISAHKAN
                * TOMI (TOMIE) : IRIS/ POTONG
Ø  ANATOMI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI BENTUK DAN SUSUNAN TUBUH BAIK SECARA KESELURUHAN MAUPUN BAGIAN-BAGIAN SERTA HUBUNGAN ALAT TUBUH YANG SATU  DENGAN YANG LAIN
Ø  ILMU URAI YANG MEMPELAJARI SUSUNAN TUBUH DAN HUBUNGAN BAGIAN–BAGIANNYA SATU SAMA LAIN
FISIOLOGI
Ø  BERASAL DARI BAHASA LATIN YAITU :
                * FISI (PHYSIS) : ALAM / CARA KERJA
                * LOGOS (LOGI) : ILMU PENGETAHUAN
Ø  FISIOLOGI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI FAAL ATAU PEKERJAAN DARI TIAP-TIAP JARINGAN TUBUH ATAU BAGIAN DARI ALAT-ALAT TUBUH DAN SEBAGAINYA
Ø  FISIOLOGI MEMPELAJARI FUNGSI ATAU KERJA TUBUH MANUSIA DALAM KEADAAN NORMAL
ANATOMI-FISIOLOGI
Ø  ADALAH ILMU PENGETAHUAN YANG MEMPELAJARI TENTANG SUSUNAN ATAU POTONGAN TUBUH DAN BAGAIMANA ALAT TUBUH TERSEBUT BEKERJA
Basic Structure of the
Human Body
Anatomy: Study of the form and structure of an organism
Physiology: Study of the process of living organisms, or why and how they work
SECARA KHUSUS ANATOMI
GROSS ANATOMY, ATAU MACROSCOPIC ANATOMY,
   MEMPELAJARI YANG BESAR-BESAR, STRUKTUR YANG NAMPAK :
SURFACE ANATOMY:
GAMBARAN LUAR
REGIONAL ANATOMY:
AREA TUBUH
SECARA KHUSUS ANATOMI
systemic anatomy:
Kelompok alat tubuh yg bekerja bersama developmental anatomy:
Mulai telor (embryology) s/d matang clinical anatomy:
Spesifik untuk medis
SECARA KHUSUS ANATOMI
Microscopic anatomy, mempelajari sel dan molekul :
Cytology :
sel dan strukturnya
cyt = sel               
Histology :
jaringan dan strukturnya
SECARA KHUSUS FISIOLOGI
Cell physiology :
proses dalam dan antar sel
Special physiology :
fungsi dari organ khusus
Systemic physiology :
fungsi dari sistem organ
Pathological physiology :
Akibat dari penyakit
STRUKTUR TUBUH MANUSIA
SEL
(UNSUR DASAR JARINGAN TUBUH YANG TERDIRI ATAS INTI SEL/ NUCLEUS DAN PROTOPLASMA)
JARINGAN
(KUMPULAN SEL KHUSUS DENGAN BENTUK & FUNGSI YANG SAMA)
ORGAN
(BAGIAN TUBUH/ ALAT MANUSIA DGN FUNGSI KHUSUS)
SISTEM
(SUSUNAN ALAT DENGAN FUNGSI TERTENTU)
SEL
Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.
Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.
®Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :
oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau  protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan   disekitarnya
hampir semua sel mempunyai  kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
® Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
® Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
Anatomi Sel
JARINGAN
Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga.

* Jaringan epitel.



Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
                * Jaringan pengikat.
                Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
                * Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
                * Jaringan saraf.
                Adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.
ORGAN / SISTEM
Sistem kardiovaskular: memompa darah ke seluruh tubuh
Sistem pencernaan: pemrosesan makanan dengan mulut, perut, dan usus
Sistem endokrin: komunikasi dalam tubuh dengan hormon
Sistem kekebalan: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan penyakit
Sistem integumen: kulit, rambut
Sistem limfatik: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran darah
Sistem otot: menggerakkan tubuh
Sistem saraf: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan saraf (SS. PUSAT, SS. PERIFER, SS. OTONOM)
Sistem reproduksi: organ seks
Sistem pernafasan: organ yang digunakan bernafas, paru-paru
Sistem rangka: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang
Sistem urin: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin
ISTILAH LOKASI ANATOMI
Bidang anatomi adalah bidang yang melalui tubuh dalam posisi anatomi:
Bidang median: bidang yang membagi tepat tubuh menjadi bagian kanan dan kiri.
Bidang sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian dari titik tertentu (tidak membagi tepat dua bagian). Bidang ini sejajar dengan bidang median.
Bidang horizontal: bidang yang terletak melintang melalui tubuh (bidang X-Y). Bidang ini membagi tubuh menjadi bagian atas (superior) dan bawah (inferior).
Bidang koronal: bidang vertikal yang melalui tubuh, letaknya tegak lurus terhadap bidang median atau sagital. membagi tubuh menjadi bagian depan (frontal) dan belakang (dorsal).
SIKAP ANATOMI
Secara deskriptif: tubuh manusia sll dipandang dlm sikap anatomi
Sikap anatomi
“mata memandang lurus ke depan, sejajar bidang Jerman (bidang yg melalui pinggir bawah lekuk mata dan pinggir atas liang pendengaran luar), mendatar, kedua lengan tergantung di samping badan dengan tapak tangan menghadap ke depan, badan tegak dan kedua kaki berdampingan dengan jari-jari kaki mengarah ke depan.”
Istilah-istilah dalam Anatomi
Median: bidang yg membagi badan dlm 2 belahan, kiri dan kanan
Sagital: bidang yg sejajar dgn bidang median
Paramedian: bidang sagital yang dekat pada bidang median
Frontal: bidang yg tegak lurus pd bidang median dan sejajar dg sumbu panjang badan
Transversal: bidang melintang yang tegak lurus pada sumbu panjang badan
Istilah-istilah dalam Anatomi
Transversal: arah kiri-kanan
Sagital: arah muka-belakang
Longitudinal: arah sumbu panjang
Istilah-istilah dalam Anatomi
Anterior: letak lebih dekat ke bagian depan badan
Posterior: letak lebih dekat ke bagian belakang badan
Superior: letak lebih dekat ke atas (kepala)
Inferior: letak lebih dekat ke bawah (kaki)
Medial: letak lebih dekat ke bidang median
Lateral: letak lebih jauh dari bidang medial
Kranial: letak lebih dekat ke kepala
Kaudal: letak lebih dekat ke ekor
Istilah-istilah dalam Anatomi
Ventral: letak lebih dekat ke perut
Dorsal: letak lebih dekat ke punggung
Rostral: lebih dekat ke pertengahan (regio oris & regio nasi); lebih dekat ke ujung depan
Radial: lebih dekat ke os radius; Ulnar: lebih dekat ke os ulna
Tibial: lebih dekat ke os tibia; Fibular: lebih dekat ke os fibula
Distal: lebih jauh dari batang badan; proksimal: lebih dekat dr batang badan
Anatomical Planes
Sagittal Plane
Coronal (Frontal) Plane
Horizontal Plane
ARAH DAN BIDANG ANATOMI
Superior (=atas) atau kranial: lebih dekat pada kepala.
                Contoh: Mulut terletak superior terhadap dagu.
Inferior (=bawah) atau kaudal: lebih dekat pada kaki.
                Contoh: Pusar terletak inferior terhadap payudara.
Anterior (=depan): lebih dekat ke depan.
                Contoh: Lambung terletak anterior terhadap limpa.
Posterior (=belakang): lebih dekat ke belakang.
                Contoh: Jantung terletak posterior terhadap tulang rusuk.
Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan.
                Contoh: Otot kaki terletak superfisial dari tulangnya.
Profunda: lebih jauh dari permukaan.
                Contoh: Tulang hasta dan pengumpil terletak lebih profunda dari otot lengan bawah.
Medial (=dalam): lebih dekat ke bidang median.
                Contoh: pangkal lengan terletak medial terhadap tubuh.
Lateral (=luar): menjauhi bidang median.
                Contoh: Telinga terletak lateral terhadap mata.
Proksimal (=dekat): lebih dekat dengan batang tubuh atau pangkal.
                Contoh: Siku terletak proksimal terhadap telapak tangan.
Distal (=jauh): lebih jauh dari batang tubuh atau pangkal.
                Contoh: Pergelangan tangan terletak distal terhadap pangkal lengan.
MEKANISME HOMEOSTATIK DARI SISTEM FUNGSIONAL UTAMA
Ø  ISTILAH HOMEOSTATIS DIPERGUNKAN OLEH AHLI FISIOLOGI UNTUK MENJELASKAN PENGATURAN KONDISI-KONDISI STATIS ATAU KONSTAN DALM LINGKUNGAN DALAM SEMUA ORGAN DAN JARINGAN TUBUH BERFUNGSI UNTUK MEMBANTU MEMPERTAHANKAN KONDISI-KONDISI YANG TETAP INI
Ø  SISTEM INI MENYEBABKAN TIMBULNYA KESERASIAN KERJA SISTEM FUNGSIOANL SATU DENGAN YANG LAIN
Ex : PARU-PARU MENYEDIAKAN OKSIGEN KE DALAM CAIRAN EKSTRASELULAR UNTUK SECARA TERUS-MENERUS MENGGANTIKAN OKSIGEN YANG DIPAKAI OLEH SEL
ISTILAH GERAKAN ANATOMI
Fleksi dan ekstensi
                Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokkan. Ekstensi adalah gerakan untuk meluruskan. Contoh: gerakan ayunan lutut pada kegiatan gerak jalan. Gerakan ayunan ke depan merupakan (ante)fleksi dan ayunan ke belakang disebut (retro)fleksi/ekstensi. Ayunan ke belakang lebih lanjut disebut hiperekstensi.
Adduksi dan abduksi
                Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan menjauhi tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi istirahat di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan adduksi (mendekati tubuh).
Elevasi dan depresi
                Elevasi merupakan gerakan mengangkat, depresi adalah gerakan menurunkan. Contohnya: Gerakan membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi)juga gerakan pundak keatas (elevasi) dan kebawah (depresi)
Inversi dan eversi
                Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. Eversi adalah gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Juga perlu diketahui untuk istilah inversi dan eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.
Supinasi dan pronasi
                Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. Pronasi adalah gerakan menelungkupkan. Juga perlu diketahui istilah supinasi dan pronasi hanya digunakan untuk wilayah pergelangan tangan saja
Endorotasi dan eksorotasi
                Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekililing sumbu panjang tulang yang bersendi (rotasi). Sedangkan eksorotasi adalah gerakan rotas ke luar.
                ISTILAH YANG DIPAKAI UNTUK MENUNJUKAN ILMU YANG DIPAKAI
 OSTEOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG TULANG)
 ARTHROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SENDI)
 MIOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG OTOT)
 NEUROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SARAF & STRUKTUR SARAF)
 KARDIOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG JANTUNG)
 GASTROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SALURAN PENCERNAAN)
 OFTALMOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG MATA
 UROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SALURAN PERKEMIHAN &
   REPRODUKSI)
 DERMATOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG KULIT)
 SPLANKHOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG ORGAN/ VISERA <ALAT DALAM>)
Basic Systems
Integumentary
Skeletal
Muscular
Circulatory
Lymphatic
Nervous
Respiratory
Digestive
Urinary (or excretory)
Endocrine
Reproductive
The Five Senses
    (Indera)
Regions of the Body
  1. Cranium
  2. Cervical
  3. Thorax
  4. Abdomen
  5. Pelvis
  6. Extremities
Extremities
  1. Upper extremities
Arm (brachium)
Forearm
Wrist and hand
  1. Lower extremities
Thigh (femoral)
Leg
Ankle and foot
SISTEM INTEGUMEN &
SISTEM MUSKULOSKELETAL
Sistem Integumen
Mrpkn organ terbesar, tertipis, & sangat penting (vital, diverse, complex, extensive)
Mampu memperbaiki sendiri (self-repairing) & mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dg dalam tubuh)
Pd orang dewasa: luas=1,6-1,9 m2; tebal= 0,05-0,3cm
Fungsi Sistem Integumen
PELINDUNG dari kekeringan, invasi mikroorganisme, sinar ultraviolet, & … mekanik, kimia, atau suhu
PENERIMA SENSASI; sentuhan, tekanan, nyeri, & suhu
PENGATUR SUHU; menurunkan kehilangan panas saat suhu dingin & meningkatkan kehilangan panas saat suhu panas
FUNGSI METABOLIK; menyimpan energi mll cadangan lemak; sintesis vitamin  D
EKSKRESI & ABSORPSI
Struktur kulit (membran kutan)
  1. Epidermis
  2. Dermis
Lapisan subkutan/ hipodermis/fasia superfisial ® jaringan lemak & areolar
          Kulit tipis ® kulit yg menutupi sbgn besar permukaan tubuh
          Kulit tebal ® kulit yg menutupi telapak tangan & kaki
Dibentuk oleh 5 lapis sel epitel:
  1. Stratum corneum
    tdd sel skuamosa yg sangat tipis; mengandung keratinosit
  2. Stratum lucidum
    Tdd keratinosit yg bersih, tdk berinti, & tdk jelas batas antar selnya; sel berisi materi spt gel (eleidin) yg akan diubah mjd keratin; eleidin
    ~lemak berikatan dg protein®menghambat masuk/keluarnya air; pd kulit tipis lapisan ini tdk ada.
  3. Stratum granulosum
    Proses keratinisasi dimulai dr lapisan ini. Tdd 2-4 lapis sel yg berisi granul (keratohyalin) yg dibutuhkan untuk pembentukan keratin. Sitoplasma sel memiliki kadar enzim lysosom yg tinggi, inti sel tdk ada & berdegenerasi. Pd kulit tipis lapisan ini tidak ada.
  1. Stratum spinosum
    Tdd 8-10 lapis sel yg berbentuk tdk teratur (polyhedral). Sel pd lapisan ini kaya akan RNA yg menginisiasi sintesis protein untuk produksi keratin.
  2. Stratum basale
    Tdd 1 lapis sel kolumnar yg dapat mengalami mitosis
    ® aktivitas regenerasi ® sel berpindah dari lapisan terbawah ke paling atas
Stratum germinativum (growth layer) Þ stratum spinosum + stratum basale
Tdd lapis tipis papil & retikular tebal
Lapisan dermis lebih tebal drpd epidermis
Bny tdp jaringan saraf & ujung-ujung saraf reseptor sensori somatik
Bny tdp pembuluh darah ® regulasi suhu tubuh
  1. Lapisan papil (dermal papillae)
  2. Lapisan retikular
    - tdd retikulum
    ® jaringan serat kolagen
      (terbanyak) & serat elastin
    - tmpt menempelnya serat otot rangka
      (wajah & kulit kepala) & otot polos
      (arrector pili muscles/ akar rambut)
    - tdpt
    reseptor sensori somatik (rasa
      nyeri, tekanan, sentuhan, & suhu)
Warna Kulit
Penentu dasar warna kulit: kuantitas melanin yg tersimpan di dlm sel epidermis
Melanosit yg memproduksi pigmen tersebar di stratum basale epidermis
Melanosit: mengubah as.amino tyrosin mjd pigmen melanin coklat kehitaman yg diatur oleh enzim tyrosinase.
Konversi tyrosin mjd pigmen tgtg pd:
(1) gen/ keturunan , (2) paparan cahaya matahari, (3) hormon ACTH
Pd keadaan ttt yg bersifat sementara, warna kulit berubah oleh perubahan volume darah yg melalui kapiler kulit & jumlah hemoglobin yg teroksigenasi
SISTEM MUSKULOSKELETAL
(OTOT-RANGKA)
Otot (muscle)
jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan
Rangka (skeletal)
bagian tubuh yg tdd tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sbg tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi
Sistem Rangka dan Sendi
Alat gerak tubuh manusia Þ sistem muskuloskeletal: pasif® rangka (skeletal); aktif ® otot (muscle)
Rangka-tulang: jaringan ikat yg keras & kaku (jaringan penyokong); banyak mengandung mineral, zat perekat dan zat kapur.
Tulang rawan, tulang, dan sendi
Fungsi Sistem Rangka
  1. Penyangga: berdirinya tubuh, tempat melekatnya ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak & organ
  2. Penyimpanan mineral (kalsium & fosfat) dan lipid (yellow marrow)
  3. Produksi sel darah (red marrow)
  4. Pelindung; membentuk rongga melindungi organ yang halus & lunak
  5. Penggerak; dpt mengubah arah & kekuatan otot rangka saat bergerak; adanya persendian
Berkembang dari mesenkim membentuk sel yg disebut kondrosit
Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) di dalam matriks dgn substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yg basofilik.
Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang (keras).
Berdasarkan jenis & jumlah serat di dalam matriks, ada 3 macam tulang rawan:
  1. Tl rawan hialin: matriks mengandung seran kolagen; jenis yg paling banyak dijumpai
  2. Tl rawan elastin: serupa dg tl rawan hialin ttp lebih bny serat elastin yg mengumpul pd dinding lakuna yg mengelilingi kondrosit
  3. Fibrokartilago: tdk pernah berdiri sendiri ttp scr berangsur menyatu dg tl rawan hialin atai jar.ikat fibrosa yg berdekatan
Pertumbuhan Tulang Rawan
Ada 2 cara:
  1. Appositional growth; tumbuh dari luar ® sel pembentuk kartilago di dlm perikondrium menyekresi matriks baru ke permukaan luar kartilago yg sdh ada
  2. Interstisial growth; tumbuh dari dalam ® kondrosit yg berikatan dg lakuna di dlm kartilago membelah & menyekresi matriks baru & memperluas kartilago dari dalam
Pertumbuhan tulang rawan berakhir selama periode dewasa
Tulang
Pembentuk jaringan:
- sel-sel tulang (sel
  osteoprogenitor, osteoblast,
  osteosit, dan osteoklas)
- matriks
Matriksnya mengandung unsur anorganik, terutama kalsium fosfat (hidroksiapatit)
Scr makroskopik:
- spongiosa (kanselosa)
- kompak (padat)
Permukaan luar tulang dilapisi selubung fibrosa (periosteum); lapis tipis jaringan ikat (endosteum) melapisi rongga sumsum  & meluas ke dlm kanalikuli tulang kompak
Struktur  Mikroskopis Tulang
Sistem Havers: saluran Havers (saraf, pembuluh darah, aliran limfe) 
Lamella (lempeng tulang yang tersusun konsentris).
Lacuna (ruangan kecil yang terdapat di antara lempengan–lempengan yang mengandung sel tulang).
Kanalikuli (memancar di antara lacuna dan tempat difusi makanan sampai ke osteon).
Periosteum
Membran vaskuler fibrosa yang melapisi tulang, banyak pembuluh darah dan melekat erat pada tulang.
Pada tulang yang
sedang tumbuh
terdapat lapisan
sel pembentuk
tulang diantara
periosteum dan
     tulang.       
Tulang
Membran periosteum berasal dari perikondrium tulang rawan yang merupakan pusat osifikasi.
Pada tulang yang sedang tumbuh terdiri atas 1 batang (diafisis) dan 2 ujung (epifisis)
Tulang menurut bentuknya
  1. Ossa longa (tulang panjang): tulang yg ukuran panjangnya terbesar, cth: os humerus
  2. Ossa brevia (tulang pendek): tulang yg ketiga ukurannya kira-kira sama besar, cth: ossa carpi
  3. Ossa plana (tulang gepeng/pipih): tulang yg ukuran lebarnya terbesar, cth: os parietale
  4. Ossa irregular (tulang tak beraturan), cth: os sphenoidale
  5. Ossa pneumatica (tulang berongga udara), cth: os maxilla
Sistem skeletal/ rangka
Skull
Sternum
Ribs
Vertebrae
Sacrum
Skull
- Os Occipitale
- Os Parietale
- Os Temporale
- Os Frontale
- Os Sphenoid
- Os Ethmoid
- Os Maxilla
- Os Palatine
- Os Nasal
- Vomer
- Concha nasal inferior
- Os Zygomatic
- Os Lacrimal
- Mandibula
- Ossicles auditori &
      Os  Hyoid
Upper limb
  Os Scapula
  Os Clavicula
  Os Humerus
  Os Radius
  Os Ulna
  Os Carpals
  Ossa Metacarpals
  Ossa Phalanges
Sendi
Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka.
Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.    
3 Jenis Sendi Berdasarkan strukturnya
Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa
Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan.
Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk   mempertahankan persendian.
Sendi berdasarkan jenis persambungannya
Sinartrosis
Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung tulang yang bersendi tdp suatu jaringan
Diartrosis      
Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga (cavum articulare)
Sinartrosis
  1. Syndesmosis: jaringan penghubungnya mrp jaringan ikat
    a.
    Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh
        jaringan ikat yg tipis. Cth: di antara tulang-
        tulang tengkorak
    b.
    Schindylesis: lempeng pd tulang yg satu
        terjepit di dlm celah pada tulang lain. Cth
        antara rostrum sphenoid & vomer
    c.
    Ghomphosis: tulang yg 1 berbentuk kerucut
        masuk ke dalam lekuk yg sesuai dgn bentuk
        itu pd tlng lain.Cth: antara gigi dg rahang
    d.
    Syndesmosis elastica: jar ikat penghubungnya
        mrp jar ikat elastin. Cth: di antara arc.
        Vertebra  oleh lig.flavum
    e.
    Syndesmosis fibrosa: jar ikat penghubungnya
        mrp serat kolagen. Cth: antara ulna & radius
        oleh membran interossa antebrachii
Sinartrosis
  1. Synchondrosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang rawan. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai, antara kedua ossa pubica
  2. Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai, antara os ilium, os pubis, dan os ischium
Diartrosis
Pada diartrosis tdp bgn2 sbb:
  1. Ujung-ujung tulang yg bersendi:
    kepala sendi (caput articulare)
    & lekuk sendi (cavitas glenoidalis)
  2. Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm)
  3. Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial
  4. Alat-alat khusus:
    - tendon: membatasi gerak sendi & sbg penyokong
      mekanik
    - kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus &
      meniscus articulares
    sbg alat menerima tumbukan,
      penyangga, & untuk mengurangi diskongruen
    - kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan
      gerakan sendi
    - ligament (accessories, extracapsular, & intracapsular
      ligaments)                                                                        
Diartrosis bdskn kemungkinan gerak
  1. Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit
    -Symphysis; dihubungkan oleh fibrokartilago. Cth: intervertebral
      disc, pubic symphysis
  2. Articulationes: kemampuan gerak luas
    a. Sendi sumbu 1
       (1)
    sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd
            arah panjang tulang. Cth: art.interphalangeae, humero-
            ulnaris
       (2)
    sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira
            sesuai dgn arah panjang tulang. Cth: art.radioulnaris,atlantodentalis

    b. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus
        (1)
    Sendi telur/ ellipsoidal joint (art. Ellipsoidea): kepala sendi cekung
             berbentuk ellipsoid dg sumbu panjang & sumbu pendek.
             Cth: art.radiocarpae
        (2)
    Sendi pelana/saddle joint (art.sellaris): permukaan sendi berbentuk
             pelana; arah sumbu yg 1  permukaannya cembung &
             arah sumbu yg lain cembung. Cth: art.carpo-metacarpea
Diartrosis bdskn kemungkinan gerak
c. Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola
(1)
Sendi peluru/ ball & socket joint (art.
     Globoidea
): lekuk sendi mencakup kurang
     dari setengah kepala sendi. Cth: art.humeri
(2)
Sendi buahpala (enarthrosis   
     spheroidea
): lekuk sendi mencakup
     lebih dari setengah kepala sendi. Cth:
     art coxae
Penstabil sendi
  1. Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen.
  2. Bentuk permukaan sendi ® menentukan gerakan spesifik sendi
  3. Adanya tulang lain, otot rangka, & bantalan lemak pd sendi
  4. Tegangan pd tendon yg menempel pd tulang yang bersendi
Gerakan Sendi
  1. Gerakan lurus (linear motion) - gliding
  2. Gerakan sudut (angular motion)
    * fleksi-ekstensi-hiperekstensi
    * abduksi-adduksi
    * sirkumduksi
  3. Gerakan putar (rotation)
    * rotasi kanan-kiri
    * rotasi medial-lateral
    * pronasi-supinasi
  4. Gerakan khusus
    * inversi-eversi
    * dorsofleksi-plantar fleksi
    * opposisi
    * protraksi-retraksi
    * elevasi-depresi
    * fleksi lateral
Otot
Otot membentuk 43% berat badan; > 1/3-nya mrpkn protein tubuh &  ½-nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat
Proses vital di dlm tubuh (spt. Kontraksi jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot
Fungsi Sistem Otot Rangka
  1. Menghasilkan gerakan rangka.
  2. Mempertahankan sikap & posisi tubuh.
  3. Menyokong jaringan lunak.
  4. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh.
  5. Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot:energi ® panas
 3 Tipe jaringan otot
  1. Otot polos
    memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber energi terutama dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, kadng mengalami tetani, tahan thd kelelahan
  2. Otot rangka
    memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS), sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah
  3. Otot jantung
    memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumber Ca2+ dari CES & RS, sumber energi dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, tdk mengalami tetani, & tahan thd kelelahan
3 Tipe Jaringan Otot
Struktur Otot Rangka                                                                                                                                                                                
Tendon
Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.
Struktur Otot Rangka
Fascia
- Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot
  berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat).
- Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat
  yg disebut epimysium (fascia).
- Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.ikat perimysium
-
Di dlm fascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot.
- Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit
  yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak.
Struktur Otot Rangka
Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma
Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0,01-0,1 mm;panjang 1-40 mm).
Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia.
Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma.
Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasmA.
Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yg disebut miofibril.
Struktur Otot Rangka
Miofibril (diameter 1-2mm)
Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan.
Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin
Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)
Struktur Otot Rangka
1 sarkomer tdd:
- filamen tebal,
- filamen tipis,
- protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis, &
- protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis.
Pita gelap (pita/ bands A~anisotropic); pita terang (pita/bands I ~isotropic)
Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A, tdd 3 bgn:
- garis M; zona H; dan zona overlap
Filamen tebal tdp pd pita I;
garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen tiois pd sarkomer yg berdekatan.
Struktur Otot Rangka
Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot
» retikulum endoplasma di sel lain.
Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril, yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T).
Tempat penyimpanan ion Ca2+.
Tubulus T ® saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion.
Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.
Struktur Otot Rangka
Motor end plates
merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.
Komposisi Otot Rangka
Komposisi Otot Rangka
Otot merah & putih
Otot merah
® bny mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin, yg berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel) Þ kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzim transport elektron yang kuat

Otot putih
® krn kurang mioglobin Þ kapasitas glikolisis anaerobik yang tinggi dgn aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase yang kuat.
Ekstraktif
Yaitu zat non-protein yang larut dlm air meliputi kreatinin, kreatinin fosfat, ADP, asam amino, asam laktat, dll. Zat yang memiliki struktur grup fosfat mrpkn zat yang ‘kaya energi’
Protein
Komponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pd proses glikolisis mrpkn protein sarkoplasmik. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin, aktin, troponin, dan tropomiosin.
4 Pola pengorganisasian otot rangka
  1. Parallel muscle
  2. Convergent muscle
  3. Pennate muscle
  4. Circular muscle
Axial musculature
- melekat pd rangka aksial
- memposisikan kepala, tulang belakang;
  menggerakkan tulang iga
- mencakup 60% otot rangka tubuh
Appendicular musculature
- menstabilkan atau menggerakkan
  komponen rangka appendikular
- mencakup 40% otot rangka tubuh
HORMON dan
Endokrinologi
Sri Winarni, dr. M. Kes
KELENJAR
       Berdasarkan ada/tidaknya saluran keluar:
  1. Kelenjar eksokrin: kelenjar keringat, ludah
  2. Kelenjar endokrin: kelenjar buntu (hormon): difusi dr kelenjar ke pemb. drh yg mengelilingi kelenj.
Regulasi fs
  1. Sistem saraf
  2. Sistem hormonal
ENDOKRINOLOGI
Ilmu yang mempelajari fungsi kelenjar buntu dalam keadaan fisiologis dan patologis
Endokrin: sekresi ke dalam
Zat aktif utamanya: hormon
Hormon: zat perantara kimiawi jarak jauh yang secara spesifik disekresikan oleh kelenjar endokrin yang buntu ke dalam darah sebagai respon terhadap
                sinyal yang sesuai.
Kelenjar Endokrin
Jenis-jenis kelenjar endokrin :
    1. Kelenjar hipofisis
    2. Kelenjar tiroid
    3. Kelenjar adrenal
    4. Kelenjar pankreas
    5. Kelenjar paratiroid
    6. Kelenjar kelamin
    7. Kelenjar usus dan
                lambung
KOMUNIKASI ANTAR SEL
PHEROMONE
Suatu bahan yang dikeluarkan oleh hewan betina pada masa subur yang mempengaruhi pejantan untuk mendekat
HORMON
zat aktif  (bahan kimia yang disekresi oleh satu atau sekelompok sel ke dalam cairan tubuh ) yg dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yg masuk ke dlm peredaran darah dan menyebabkan timbulnya efek fisiologis pada sel lain dari tubuh yang mempunyai reseptor untuk bahan tsb (jaringan secara spesifik)
HORMON

Jaringan   yg dipengaruhi   (organ target) umumnya terletak jauh dari tempat hormon tersebut dihasilkan.
Misal: hormon pemacu folikel (FSH, follicle stimulating hormone) dihasilkan  kelenjar hipofisis anterior hanya merangsang jaringan ovarium.
SUMBER HORMON
Sumber  hormon alami: sapi, babi dan biri-biri.
ada beberapa hormon yg khas sifatnya, berasal dr binatang tdk efektif pd manusia misal hormon pertumbuhan, FSH dan LH.
Hormon yg berasal dari hewan dpt menimbulkan reaksi imunologis.
Cara baru utk menghasilkan hormon alami ialah dg rekayasa genetika.
Dg rekayasa genetika ini dpt dibuat hormon alami dlm jumlah banyak dan dlm waktu singkat.
Hormon hasil rekayasa genetika tdk menimbulkan reaksi imunologis krn sama dg hormon manusia asli
PEMBAGIAN  HORMON
a.    lokasi reseptor hormon
  1. Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor  intraseluler : hormon steroid dan derivat a.a. tirosin
  2. Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran): Hormon pada umumnya (peptida/protein)
b.    Susunan Kimia
         1.  Steroid (= Cholesterol)
                  Cortex Adrenal : Cortisol dan Aldosteron
                  Ovarium : Estrogen dan Progesteron
                  Testis : Testosteron
        
 
  1. Derivat Asam Amino Tyrosin
     Tiroid : Thyroxine dan Triiodothyronine
     Medula Adrenal : Epinephrine dan Nor Epinephrine
  1. Peptida/Protein : hormon lain pd umumnya.
(Insulin,Glukagon,GH,TSH  dll)
MEKANISMA KERJA HORMON
   1.    Melalui Cyclic AMP ® Sebagian besar hormon
 
                                               Membran                                Cytoplasma
                                R                                    ATP
  HORMON                    E  Adenylcyclase                                              
                                                          C
                                                          E                               Cyclic AMP (cAMP)
                                                          P                                              = Second Messenger
                                                         T                                                           Aktivasi Enzim
                                                         O                                              
                                                         R                             EFEK FISIOLOGIS
 

·        Reaksinya Cepat
 
2. Mengaktifasi gen dari sel sehingga mempengaruhi  
       pembentukan protein spesifik

   Hormon Steroid
                                                                Cytoplasma
Hormon Steroid Terikat Receptor
(Receptor Spesifik dalam Sel) 
                                                                          Nucleus
Aktivasi Gen Spesifik 

    Membentuk m-RNA
                                                                                             Cytoplasma 
   Ribosom 

Membentuk Protein Baru
·        Reaksi Lama
Klasifikasi hormon berdasarkan lokasi reseptor hormon
      
                
C. Mekanisme Kerja ® Kelarutan
       1.    Hidrofilik (larut air)                            : Sebagian besar hormon
       2.    Hidrofobik (tidak larut air)             : Hormon Steroid dan
                                                                Hormon Tiroid
 
FUNGSI HORMON :
  Mengontrol Tingkat Aktivitas dari Jaringan Target dengan Jalan :
     1.    Mengubah Rekasi Kimia dalam Sel
     2.    Mengubah Permiabilitas Membran Sel terhadap bahan   
            spesifik

                                    HOMEOSTASIS
PENGUKURAN HORMON
Karena konsentrasinya kecil, dipakai metode:
  1. Bioassay
                Bandingkan hasilnya:
                       Hormon murni yang diketahui konsentrasinya
                       Plasma/ekstrak yang akan dicari konsentrasinya
  1. RIA (Radio Immuno Assay)
  2. ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay)
CEREBRAL
HIPOTHALAMUS
 

Sekresi Hormon                                                                               Sekresi
                                                                                                                   RH (Releasing Hormone)
                                                                                                                    IH  (Inhibitory Hormone)
 
Tractus Hypothalamico                                                                   Hypothalamic Hypophyseal
Hypophysialis                                                                                   Portal Vessels
 
 

Hipofisis Posterior                                                              Hipofisis Anterior
 

Hormon Disimpan                                                               Produksi Hormon
 
HIPOFISIS ANTERIOR
  1. GH (Growth Hormone)
  2. Adrenocorticotropic Hormone(ACTH, Adrenocorticotropin, Corticotropin)
  3. Thyroid Stimulating Hormone (TSH, Thyrotropin)
  4. Prolactine (Luteotropic Hormone, LTH)
  5. Gonadotropic Hormone (Gn)
       FSH (Follicel Stimulating Hormone)
       LH (Luteinizing Hormone)
HIPOFISIS POSTERIOR
  1. ADH (Anti Diuretik Hormon)
  2. Oxytocin
PARS INTERMEDIA
Rudimenter pada manusia
Melanocyte Stimulating Hormone (MSH)
HIPOTALAMUS
       Releasing Hormone (RH)         rangsang HA
       Inhibitory Hormone (IH)            hambat HA
Ada RH dan IH yang spesifik untuk masing-masing hormon, mis:
       Ada GH-RH dan GH-IH
HORMON
Negative feedback mechanism
Positif feedback mechanism
MEKANISME UMPAN BALIK
(Feedback Mechanism)
GROWTH HORMONE (GH)
 
NAMA LAIN = Somatotropic Hormone
                     = Somatotropin
DISEKRESI :
Anterior pituitary           sel somatotropes/sel acidophil
FUNGSI : Merangsang pertumbuhan seluruh jaringan tubuh
                            Jumlah Sel = Hiperplasia
                            Ukuran Sel = Hipertropi
Pada awal pertumbuhan              : Seluruh organ tubuh
 
Dewasa                                                                :  * Setelah epiphise menutup
                                                                                                 
                                                                                                       Tulang berhenti tumbuh
                                                          * Soft tissues terus tumbuh
HORMON YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN :
     1.    Growth hormone/Hormon pertumbuhan
     2.    Hormon tiroid         Thyroxin
     3.    Hormon sex            Androgen : Testosteron
                                                                 Estrogen
     4.    Insulin
     5.    Glukokortikoid       Kortisol
         Genetik dan Gizi

PERIODE PERTUMBUHAN CEPAT :
Bayi :   Growth hormone
                                    Thyroxin
                Remaja : Androgen        1. Testis
                                                                                                    2. Ovarium
                                             3.  Cortex Adrenal : Estrogen
Perangsang Sekresi GH  : Hipoglikemia
                                                                            Asam Amino (Arginine, Lecithen)
                                                                            Exercise
                                                                            Puasa
                                                                            Tidur
Penghambat Sekresi GH : Glukosa darah meningkat
                                                                            Somatostatin
                                                                            Kortisol
Sekresi GH : Anak-anak  s/d Dewasa
                                           Naik turun sekresinya tergantung : 
                      Nutrisi,Hipoglikemia,  exercise dll   
HORMON HYPOPHYSE ANTERIOR
                Meningkatkan kadar glukosa darah :
-         GH
-         ACTH
-         TSH                         Punya Diabetogenic Effect
-         Prolactin                 PITUITARY DIABETES
 
KONSENTRASI GH
                Dulu dikira GH hilang setelah pubertas---- salah
                Fakta : Sekresi GH anak-dewasa hampir sama
                                    Sekresi GH bersifat pulsatil
                Anak      : 5 milimikrogram/milimeter
                Dewasa         : 3 milimikrogram/milimeter
                Konsentrasi GH dapat naik menjadi 50 mmcg/ml pada
                kekurangan :  -  Protein
                             -  Karbohidrat
ABNORMALITAS SEKRESI GH
 I.  Panhypopituitarsm
     Berkurangnya sekresi semua hormon dari hypophise anterior. Dapat terjadi : - Conginental
    - Mendadak/pelan-pelan
    Contoh:
                 DWARFISM/KRETINISM
  masa anak-anak
  anak usia 10 th seperti anak 4-5 th
  anak usia 20 th seperti anak 7-10 th
II.  Sekresi GH meningkat
       1.  GIANTISM/GIGANTISME pada anak
            Sebab : aktivitas sel acidophil ­ atau karena tumor
               Efek : Hiperglikemia
                                                                    Sel b pulau Langerhans
                        Stimulasi GH ­                             degenerasi
 
                                                                                                           Diabetes Mellitus
 
            Tinggi ok Epiphyse belum menutup
            Bila tumor menghebat----Hypo. Ant. Rusak--- 
            Panhypopituitarism
 
2. ACROMEGALI pada dewasa   
           Sebab : tumor sel acidophil timbul setelah dewasa 
                         (epiphyse sudah menutup)
 
           Efek : Tidak tinggi tetapi tulang menebal :
                      * Tulang kecil pada tangan dan kaki
                      * Tulang membranous
                      * soft tissue tumbuh terus
                         organ tubuh menjadi besar :
                               ·           Lidah
                               ·           Hepar
                               ·           Ginjal
                               ·           dll
tampak seorang perempuan berusia 16, 33, dan 52 tahun yang mengalami keadaan akibat pelepasan berlebihan hormon pertumbuhan di masa dewasa.  Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan tak seimbang rahang, tangan, dan hidung.
TYROID STIMULATING HORMONE/TSH
            
                  Hipothalamus
                                  TSH-RH
                HipofisisAnterior                                                                                                                                                      
                                                                                  (suhu dingin)
                                   TSH                     Kebutuhan Energi ­
                
                   Kelenjar Tyroid                       Energi Terpenuhi
   

                    Thyroxin                         Kecepatan Metabolisme ­ ­

Kelenjar tiroid
Triiodothyronine (T3)
Thyroxine (T4)
Calcitonin
 Dua lobus di sebelah kanan kiri trakhea
Dan diikat oleh istmus tiroid
 modulator tumbuh kembang → penting pada usia balita
 Hormon ini membutuhkan Iodium untuk aktifitas biologiknya.
Kelenjar tiroid (gondok)
menempel pada bagian depan batang tenggorok (trachea).
menghasilkan hormon tiroksin : metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Pembesaran kelanjar tiroid :goiter atau struma. disebabkan : kebanyakan produksi hormon atau kekurangan iodium sehingga kelenjar ini harus bekerja keras membentuk tiroksin.
Struktur dan fungsi
Sekret cairan : koloida tiroid, yg mengandung zat senyawa :
                yodium
Zat aktif utama senyawa yodium adalah hr. tirosin
Sekresi tiroid diatur oleh:
                hormon tirotropik
Fungsi
Kegiatan metabolik
Perangsang proses oksidasi
Pengaturan oksigen dan CO2
Hipotiroidisme
Hiposekresi (hipotiroidisme)
                menurunkan kecepatan metabolisme (pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun)
  1. bayi: kretinisme (hambatan pertumbuhan mental dan fisik)
  2. Dws: mixudema (proses metabolik mundur, tambah berat, lamban dlm berfikir dan bicara), kulit tebal kering, rontok, suhu bdn di bwh normal, denyut nadi pelan.
Hipertiroidisme
Hipersekresi
Kecepatan metabolism naik, suhu tbh bs lbh tinggi dr normal, trn beratnya, gelisah dan mdh marah, kecepatan denyut nadi naik, cardiac-output naik, simptom CV.
penyakit eksoftalmik tiroid (morbus basedowi) / penyakit grave , dengan gejala : jantung berdebar, banyak keringat dan berat badan turun serta mata menonjol seperti ikan koki.
Kelenjar Paratiroid
menempel kelenjar tiroid.
menghasilkan parathormon , berfungsi mengatur kandungan fosfor dan Ca dalam darah dan tulang.
Kelenjar Paratiroid
Kekurangan : tetani ,gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid (Hiperparatiroidisme ): kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah.
                mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dr tulang dimasukkan dlm serum drh, tulang mudah patah/keropos (Peny.von Recklinghousen).
                urin banyak mengandung Ca dan fosfor (batu ginjal, gagal ginjal)
PROLAKTIN

                  Efek Terhadap Kelenjar Susu
     Proses Laktasi
         ·        Pertumbuhan dan Deferensiasi Kelenjar Susu
         ·        Laktogenesis : Pembentukan ASI
                 ·         Galaktopoisis : Mempertahankan Laktasi
             


     Sekresi Prolaktin :
      Partus ® Prolaktin ­ ­ Dan  ¯ ¯ TERGANTUNG :
        1.      Frekuensi menyusui
        2.      Sentuhan papillae mamae
        3.      Visual
        4.      Auditif
      Hiperprolaktinemia ® Laktasi ­ ® Amenorrhoea
      KB ® Positive Estrogen-LH Feedback Mechanism
HORMON ANDROGEN
LH (Luteinizing Hormone) atau                                           ACTH
ICSH ( Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Sel Interstitial Leydig                                     Cortex Adrenal
                                                                                                                     (Pars Reticularis)
Hormon Androgen
Sekresi puncak umur 20 tahun dan setelah itu menurun
FOLLICLE STIMULATING HORMONE/FSH
LUTEINIZING HORMONE/LH
 
 
Hipotalamus
                                                                                                                 FSH-RH, LH-RH
     
Hipofisis Anterior
                                                                                                     FSH, LH 
                                                 Testis            Spermatogenesis
                                                Ovarium         Pertumbuhan follicle
FUNGSI :
  1. Ciri ciri kelamin pria :
                a. Primer ® Perkembangan organ sex
                b. Sekunder : * Rambut  -  Kasar
                                                                                        -  Distribusi khas
                                                        * Kulit  -  lebih kasar
                                                                                 -  Peluh ­
                                                                                 -  Lemak ­
                                                                                 -  Warna lebih gelap
                                                        * Suara
                                                        * Jakun
                                                        * Pinggul
Usia 45 tahun ke atas ® ANDROPOUSE (laki-laki)
                                                                       ® MENOPAUSE (PEREMPUAN)
Gejala :
rasa tertekan
Hipertensi
Pusing
Psikis
ESTROGEN
Sekresi :
  1. Ovarium
  2. Cortex Adrenal
Fungsi :
  1. Ciri sex primer :
                a. Uterus : - Peka rangsangan mekanis dan oxitocin
                                                   - Proliferasi endometrium
                b. Tuba Fallopii  : - Peka rangsangan mekanis dan oxitocin
                                                                  - Proliferasi endometrium
                                                                  - Cillia lebih banyak dan lebih aktif
                c. Vagina : kornivikasi
                2. Ciri sex sekunder
                                * Mamae
                                * Pinggul
                                * Suara
                                * Lemak
                                * Garis epifise menutup lebih cepat
                               
 ANTIDIURETIC HORMONE
(ADH, VASOPRESIN)
    a.      Sekresi : Hipotalamus
            Hipofisis Posterior  ® Tempat Penyimpanan

    b.     Efek :
           ·       Menurunkan Volume Urine
                ·   ADH Menghemat Air dan Mengatur Tekanan Osmotik   Cairan Tubuh
           ·   ADH  pada Konsentasi Sedang dan Tinggi Mempunyai 
                Pressor Effect ® VASOPRESIN

Cairan Ekstrasel Hipertonik

Air Keluar dari Supraoptic Nuclei
(OSMORECEPTOR)

Menkerut & Terangsang 

Merangsang Hipofisis Posterior 

Sekresi ADH 

Meningkatkan Permiabilitas Distal Tubule, Collecting Tubule dan Collecting Ductus terhadap Air 

Reabsorbsi Air
­
Urine ¯
 
Faktor Perangsang Dan Penghambat Sekresi ADH :
      ·        Trauma
      ·        Rasa Sakit
      ·        Cemas                   ADH ­
      ·        Obat ( Morphin, Nicotine, Tranquilizer)

      ·        Alkohol ® ADH ¯
                                      Alkohol

                Sekresi ADH ¯                           Dilatasi Afferen Arteriol

                                                                        GFR (glomerulo filtration rate) ­
                                    
                                     Diuresis
                  DIABETES (Diuresis : 15 kali/hari)

OXYTOCIN
FUNGSI  : 1. Pengeluaran ASI (Milk Ejection = Milk Letdown)
                                2. Kontraksi Uterus    *  Partus
                                                       * Fertilisasi Ovum
RANGSANGAN/HISAPAN BAYI PADA PAPILA/AEROLA MAMAE

Medula Spinalis
  

                                                        HIPOTHALAMUS               Emosi
  
                 Hipofisis Posterior                                           Hipofisis Anterior
 

                 Oxytocin 
­                                                              Prolaktin ­       Produksi ASI ­
 
 
            Myooepithelial Cells                                                       GnRH ¯
                    Kontraksi
 
               MILK EJECTION                                                            FSH & LH ¯
  
 0,5-1 menit setelah rangsangan                                                                       OVULASI
 ± 1,5 l/hari                                                                                         
                                                                                                                       KB
Kelenjar Pankreas
¨  Pankreas adalah kelenjar memanjang yang terletak di belakang dan di bawah lambung, di atas lengkung pertama duodenum.
¨  Pankreas merupakan kelenjar campuran yang mengandung dua jenis jaringan utama, yaitu:
1.       Jaringan eksokrin
ú  Jaringan eksokrin terdiri dari kelompok-kelompok sel sekretorik seperti anggur yang membentuk kantung yang disebut sel asini.
ú  Sel asini mensekresikan getah pencernaan ke dalam duktus yang akhirnya bermuara ke duodenum.
2.       Jaringan endokrin
ú  Bagian endokrin lebih kecil dari bagian eksokrin.
ú  Bagian ini tersusun atas pulau-pulau Langerhans (Islets of Langerhans).
ú  Pulau-pulau ini tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan getahnya (hormonnya).
ú  Hormon-hormon yang dihasilkan adalah:
a.       Insulin
b.      Glukagon
KELNJAR PANCREAS
Terdiri atas :
  1. ACCINI                                  : sekresi enzim pencernaan
  2. PULAU LANGERHANS                   
                * SEL ALFA                          : sekresi glukagon
                * SEL BETA                          : sekresi insulin
                * SEL DELTA                        : sekresi somatostatin
                * SEL F
TRANSPORT GLUKOSA  : Fasilitated diffusion
               
         G  +    C       C      G
                     GC    GC
                      Insulin       
Pentingnya Pengaturan Konsentrasi Glukosa
  1. Energi diperoleh dari glukosa, lemak dan protein
  2. Glukosa merupakan satu satunya nutrien untuk :
                * Otak
                * Retina                            konsentrsi glukosa tdk boleh rendah
                * Germinal epithelium
  1. Bila  konsentrasi glukosa tinggi :
                * Tekanan osmotik ekstraseluler ­ ® Air keluar sel ® DEHIDRASI
                *  Glukosa pada tubuli ginjal ­ ®  1.  Glukosa terbuang di urin
                                                                                      2.  Osmotic diuretic ® cairan banyak yg
                                                                                                                                hilang
Konsentrasi Glukosa Darah Normal :
  Puasa : 80-90 mg%
  1 jam post prandial          : 120-140 mg%
  2 jam post prandial          : <120 mg%
EFEK METABOLIK INSULIN
  1. Metabolisme Karbohidrat
                * Transport glukosa ­
                * Glikogen ­
                * Metabolisme glukosa ­
                                                            Dibakar
                Glukosa                 Glukosa  
                                                                                                                   Glikogen
                    Insulin
                                                 
Insulin
Kekurangan insulin: hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), turun berat badan, lelah, poliuria(sering buang air kecil), haus (polidipsi), lapar (polifagi), kulit kering, mulut dan lidah kering.
Kelebihan dosis insulin (hipoglikemia/kadar gula darah rendah)
2. Metabolisme Lemak
                                Glukosa
                Insulin
                        Glukosa                                                        * Sintesis
                                                                                                                * Lipoprotein
                                         Glikolisis
      Alfa Glycerophosphat                                              Asam Lemak
                                                                      Triglyceride
                                                Glycerol                                               Asam Lemak
3. Metabolisme Protein
                Insulin cukup
Tansport aktif asam amino ke dalam sel ­
Sintesis protein ­
Pertumbuhan ­
(mempunyai efek potensiasi dengan GH)
N balans (+)
Insulin Tidak Cukup
Transport Asam amino ke dalam sel ¯
              Sintesis Protein ¯                            Asam amino plasma ­
                                                                                  Hepar                          Degradasi aa
                                            Energi                            Ekskresi Urea ­
                                                                       Glukoneogenesis
ADRENOCORTICOTROPIC HORMONE/ACTH
 
                 Hipotalamus
                                ACTH-RH
              Hipofisis Anteror
                               ACTH
              Cortex Adrenal                              Stressor (individual)
 
               Kortikosteroid                                      Anti stress
ADRENOCORTICAL
(ADRENAL/SUPRARENAL)
 
    1.    Medula Adrenal
           Rangsangan simpatis ®
                                Epinephrin (adrenalin)
           Nor Epinephrin (noradrenalin)
 
    2.    Cortex Adrenal
            ·  Zona Glomerulosa ® Mineralocorticoid
            · Zona Fasiculata          Glucocorticoid dan Androgen
            · Zona Reticulosa                    
                                                      Musculinizing Effect
                                    Progesteron & Estrogen dalam jumlah kecil
Kelanjar Adrenal
Sekresi bertambah: keadaan emosi (marah, takut), asfixia, kelaparan.
Pengeluaran yang bertambah menaikkan tekanan darah u melawan syok.
Noradrenalin : merangsang serabut otot di dalam dinding pembuluh darah untuk kontraksi.
Adrenalin: metabolisme karbohidrat: menambah pengeluaran glukosa dari hati.
Penyakit Addison (insufisiensi adrenal): ginjal gagal menyimpan Na, kurus, lemah.
MINERALOCORTICOID
(ALDOSTERON)
EFEK :
    1.    Di Ginjal : Ion Exchange
                                               Aldosteron

Reabsorbsi Na
 
 Reabsobsi     Hipernatremia    Reabsorbsi   Sekresi   Sekresi
   Air ­                                                           Anion (Cl-)       H+ ­          K+ ­
                                                     Polidipsia                                                Alkalosis     Hipokalemia
  Vol. Ekstraseluler ­                                                                                                                                                                                       
                                                                                                                                      Paralis    Vol. Darah
 
   Tekanan Darah ­                    DIURESIS

      
      
 
   2.    Di Kelenjar Keringat, Kelenjar Ludah, Intestin
 
      Aldosteron ¯ ® Absorbsi Na ¯ (menahan air) ® Diare
 
      Aldosteron ­
          ·        Ion K ekstraseluler ­
          ·        Ion Na ¯
          ·        Angiotensinogen II ­
 
      Aldosteron    ¯
         ACTH ¯                      Permissive Effect
GLUCOCORTICOID
(CORTISOL, CORTICOSTERONE, DESOXYCORTICOSTERONE)
 
   = Anti Stres
 
   EFEK :
      1.    Metabolisme Karbohidrat
              ·  Mobilisasi asam amino dari jaringan ekstrahepatik (otot)
                          ® Asam amino di dalam plasma ­
              ·  Transpor aa ke sel hati ­ ® Glukoneogenesis ­
              ·  Penggunaan glukosa oleh sel ¯ ® Glukosa darah ­    
                                
                                                                     ADRENAL DIABETES
     
   2.   Metabolisme Protein
             ·   Sintesis protein  ¯
             ·   Katabolisme protein ­  ® Asam amino dalam darah  ­
                    ·   Transpor asam amino ke sel hati ­ ® penyimpanan
                        protein dalam sel ¯  KECUALI dalam sel hati
           3. Metabolisme Lemak
           ·        Mobilisasi lemak ­  ®  Asam lemak dalam plasma ­  ®  
                     Energi
           ·        Perlu GH dan ACTH
            
   4.Lain-Lain
      * Stres ® ACTH ­   ®   Cortisol   
      * Anti Inflamasi
      * Anti Alergi
  CIRCADIAN RHYTHM ACTH-RH, ACTH, CORTISOL
        1.      Pagi hari ® Tinggi
        2.      Sore/malam hari ® Rendah
Kelenjar Usus dan Lambung
USUS:
                hormon sekretin dan kolesistokinin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pankreas dan cairan empedu (getah empedu).
LAMBUNG:
                hormon gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah lambung.
Hormon-Hormon yang dapat Mengatur Waktu dan Menghasilkan
Perbedaan di antara Kedua Jenis Kelamin

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .