RSS

Rabu, 24 April 2013

PROMOSI KESEHATAN "PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN"


PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN 

 
LATAR BELAKANG
Setiap orang baik individu,kelompok maupaun masyarakat,mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan menjaga kesehatan dirinya sendiri  dari segala ancaman penyakit dan masalah kesehatan yang lain.
Kemampuan  untuk memelihara dan melindungi kesehatan mereka sendiri disebut kemandirian atau self reliancen
Dengan kata lain masyarakat yang berdaya sebagai hasil dari pemberdayaan masyarakat  adalah masyarakat  yang mandiri. Demikian juga individu atau kelompok yang berdaya,juga individu atau kelompok yang mandiri.
Pemberdayaan masyrakat di bidang kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan.
Batasan Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali,mengatasi,memelihara,melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Di bidang kesehatan, Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan masyarakat dalam memelihara,dan meningkatkan kesehatan
Tujuan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
Tumbuhnya kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman akan kesehatan bagi individu, kelompok, atau masyarakat
Timbulnya kemauan dan kehendak ialah sebagai bentuk lanjutan dari kesadaran dan pemahaman terhadap objek, dalam hal ini kesehatan
Timbulnya kemampuan masyarakat di bidang kesehatan yang berarti masyarakat, baik secara individu maupun kelompok telah mampu mewujudkan kemauan atau niat kesehatan mereka dalam bentuk tindakan atau perilaku sehat
Masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan apabila :
1.Mampu mengenali masalah kesehatan dan  faktor-faktor yang mempengaruhi masalah-masalah kesehatan ,terutama di  lingkungan atau masyarakat setempat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dan harus dimiliki :
vPengetahuan tentang penyalit baik menular atau tidak menular
vPengetahuan tentang gizi dan makanan
vPengetahuan tentang lperumahan sehat dan sanitasi dasar
vPengetahuan bahaya merokok dan zat-zat lain
2.    Mampu mengatasi masalah-masalah     kesehatan mereka sendiri secara mandiri
3.    Mampu memelihara dan  melindungi diri, baik individua, kelompok atau masyarakat dari ancaman-ancaman kesehatan.
4.    Mampu meningkatkan kesehatan, baik individual, kelompok maupun masyarakat
Batasan menurut DEPKES
Pemberdayaan masyaraksat adalah upaya fasilitas yang bersifat noninstruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah,merencanakan,dan melakukan pemecahannya dngan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada,baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan Tokoh Masyarakat
Prinsip-prinsip Pemberdayaan Masyarakat
1.Menumbuh kembangkan potensi masyarakat
2.Mengembangkan gotong royong masyarakat
3.Menggali konstribusi masyarakat
4.Menjalin kemitraan
5.Desentralisasi
Peran petugas atau sektor kesehatn dalam pemberdayaan masyarakat
Memfasilitasi masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan atau program-program pemberdayaan
Memotivasi masyarakat untuk bekerja sama atau bergotong-royong  dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan atau program-program bersama untuk kepentingan bersama dalam masyarakat tersebut.
Mengalihkan pengetahuan,keterampilan,dan teknologi kepada masyarakat
Ciri Pemberdayan Masyarakat
1.Tokoh atau Pemimpin Masyarakat(Community Leaders)
2.Organisasi Mayarakat(Community Organizaion)
3.Pendanaan Masyarakat(Community Fund)
4.Material Masyarakat(Community Material )
5.Pengethuan Masyarakat (Community Knowledge)
6.Teknologi Masyarakat ( Community Technologi)
Indikator Hasil Pemberdayaan Masyarakat
ØInput
vSumber daya manusianya
vBesarnya dana yang digunakan
vBahan-bahan,alat-alat,atau materi lain yang digunakan
ØProses
vJumlah penyuluhan kesehatan
vFrekuensi dan jenis pelatihan
vJumlah tokoh masyarakat atau kader kesehatan
vPertemuan-pertemuan
Ø
ØOutput
vJumlah dan jenis UKBM .
vJumlah orang atau anggota masyarakat yang telah meningkat pengetahuan dan perilaku kesehatan.
vJumlah anggota keluarga yang mempunyai usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga
vMeningkatnya fasilitas-fasilitas umum di masyarakat
ØOUTCOME
vMenurunnya angka kesakitan dalam masyarakat
vMenurunnya angka kematian umum  dalam masyarakat
vMenurunnya angka kelahiran kesakitan dalam masyarakat
vMeningkatnya status gizi anak balita dalam masyarakat
CONTOH STUDI KASUS
Di suatu daerah endemik demam berdarah  pada puskesmas X. Terdapat 50 orang penduduk dewasa yang  berusia sekitar 20 – 50 tahun yang berpendidikan SMA, mengikuti kegiatan penyuluhan pencegahan demam berdarah. Di puskesmas X sebelumnya sudah terdata jumlah penduduk yang menderita demam berdarah 15 orang yang terdiri dari 10 orang dewasa dan 5 orang anak, yang mana akibat dari penyakit demam berdarah tersebut ada 3 orang yang meninggal yaitu 2 orang anak, dan 1 orang dewasa.
SOLUSI
Prinsip promosi kesehatan berdasarkan kasus diatas dengan menggunakan prinsip
     Empowerment ( pemberdayaan) yaitu cara    
      kerja untuk memungkinkan seseorang untuk  
      mendapatkan kontrol lebih besar atas  
      keputusan dan tindakkan yang
      mempengaruhi kesehatan mereka

Hasil yang diharapkan :
Masyarakat dapat paham akan materi pencegahan demam berdarah
Masyarakat dapat melakukan upaya-upaya untuk mencegah ataupun memutus rantai kehidupan nyamuk
Mengetahui tentang jadwal fogging yang akan diprogram nanti

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .