RSS

Selasa, 06 Januari 2015

Analisis Risiko Bencana Letusan Gunung Kelud di Kota Kediri, Jawa Timur



A.     Data Dasar

1.   Pembagian batas administrasi daerah
Secara geografis wilayah Kota Kediri mempunyai luas 63,40 km2 dan berjarak 27 km dari Gunung Kelud. Terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Mojoroto, Kota, dan Pesantren Batas-batas administrasinya sebagai berikut, Batas wilayah utara : Kecamatan Gampengrejo dan Grogol, Batas wilayah timur : Kecamatan Gurah dan Wates, Batas wilayah selatan : Kecamatan Ngadiluwih dan Kandat, Batas wilayah barat : Kecamatan Semen dan Grogol. (BPS Kediri, 2009)
2.   Data penggunaan atau tutupan lahan
Penggunaan lahan di Kota Kediri sebagian besar  merupakan lahan terbangun. Berdasarkan data pada RDTRK, diketahui penggunaan lahan di Kota Kediri yang diperuntukkan bagi sawah/ tegalan seluas 2.244,64 Ha (35,40%). Penggunaan lahan untuk perumahan 922,50 Ha (14,55%), perdagangan dan jasa 63,69 Ha (2,35%), dan industri dan pergudangan 341,00 Ha (5,38%)(BPS Kediri, 2012)
3.   Infrastruktur
Infrastruktur Panjang jalan Kota Kediri pada tahun 2012 adalah 331.167 km. Fasilitas penyedian air minum yang dilayani oleh PDAM baru 21.427.200 l/hr. Fasilitas TPA yang terangkut hanya sebesar 576,35 m3/hr. Pengelolaan air limbah/air buangan dilakukan secara on-site, yaitu secara individual dan komunal. Jaringan drainase tersedia yaitu jaringan drainase dengan saluran terbuka dan saluran tertutup. (BPS Kediri, 2012)
4.   Data Topografi
Secara astronomis terletak di antara 5º9’30’-5º9’37’ Bujur Timur dan 7º45’50”- 7º51’30” Lintang Selatan. Wilayah Kota Kediri berada pada ketinggian antara 63-472 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40% Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. (BPS Kediri, 2009)
5.   Data Demografi
Jumlah penduduk Kota Kediri pada Tahun 2012 sebanyak 312.331 jiwa.Komposisi penduduk terdiri dari 157.043 laki-laki dan 155.288 perempuan, dengan laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2011 – 2012 mencapai 3,09 %. (BPS Kediri, 2012)
6.   Data Ekonomi
Jumlah pasar yang dikelola oleh Dinas Pengelola Pasar Kota Kediri sebanyak lima pasar dengan luas 74.127 m² dan 3.090 pedagang. Sektor industri pengolahan (78,96%), diikuti oleh hotel, dan restoran (17,06%). Sedangkan sektor lainnya (2,98%) meliputi sektor listrik, pertanian, gas, air bersih, keuangan, bangunan, pertambangan dan penggalian, jasa-jasa.(BPS Kediri, 2012)
B.   Data Bahaya dan Kerentanan
No
Klasifikasi Kerentanan
Potensi Bahaya
Cakupan Daerah
1.     
Gunung Api  dan Hujan Abu Vulkanik
Tinggi
Ngancar, Kota , Pesantren
2.     
Banjir
Menengah - Tinggi
Kelurahan Kaliombo, Manisrenggo, Bawang, Dandangan, Pakelan, Pocanan ,  Ngampel
3.     
Tanah Longsor
Menengah - Tinggi
Grogol, Semen, Mojo
4.     
Gerakan Tanah
Menengah - Tinggi
Grogol Kalipang, Tarukan, Semen Selopanggung
Mojo
5.     
Puting Beliung
Menengah Tinggi
Banaran.
(Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Jatim, 2010)
C.   Data Kerentanan dan Kemampuan
1.   Kerentanan masyarakat
Data BPS Kota Kediri (2012), meningkatnya laju pertumbuhan penduduk mencapai    3,09 %. serta kepadatan penduduk 4.926 jiwa per kilometer.Mengakibatkan kriminalitas, wabah penyakit menular, serta derajat kesehatan masyarakat. Dibutuhkan usaha pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program KIE dan KB.
2.   Kerentanan Fisik
Penggunaan lahan dengan kepadatan tinggi didominasi oleh lahan terbangun 40 %. Misalnya perkantoran, perdagangan jasa, industri, pemukiman dan wisata kota. Tingkat kepadatan bangunan cukup tinggi berkisar 100 – 200 rumah. Hal ini rentan terhadap kerusakan lingkungan, banjir dan kebakaran. Perlunya peran Pemerintah dalam mengintervensi kebijakan tata wilayah kota, pembangunan ruang terbuka hijau serta penataan sistem drainase.
3.   Kerentanan Ekonomi
Data BPS Kota Kediri (2012), PDRB kota Kediri mencapai 7.600.000.000.000,00 dan Gaji UMR tahun 2013 sebesar Rp 1.128.400 Namun, Jumlah penduduk miskin mencapai 11.049 rumah tangga  serta jumlah pengangguran terbuka terus meningkat mencapai 15.000. Hal ini perlu dukungan Pemerintah dan swasta untuk membuka lapangan kerja baru, pelatihan keterampilan serta UKM.
4.   Kerentanan Sumberdaya
Menurut Dinkes Kediri (2012) Jumlah tenaga kesehatan meningkat 67,19 persen menjadi 1.488 orang. Kenaikan terjadi pada semua tenaga kesehatan, terdapat satu puskesmas perawatan dan 8 Puskesmas Non perawatan. Nilai produksi air minum dari tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 18,45 persen. Perlunya dukungan Pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan yang merata serta pemenuhan akses air bersih.
5.   Kerentanan Mobilitas
Mobilitas sistem transportasi terdiri dari: prasarana (jalan dan terminal), sarana (kendaraan), dan sistem pengoperasian. Namun, Kondisi jalan yang rusak berat mencapai 2,875 km. Hal ini menyebabkan rentannya terjadi kecelakaan dan migrasi karena Kota kediri merupakan wilayah yang strategis. Serta penyediaan jalur evakuasi bencana skala kota pada Jl. Bandar Ngalim – Jl. Agus Salim,Jl. Yos Sudarso – Jl. Pattimura, Jl. Yos Sudarso – Jl. Dhoho, serta Jl.Diponegoro


Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik Kediri. 2012. Profil Kota Kediri
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Jatim. 2010. Wilayah Rentan Bencana.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .