RSS

Selasa, 06 Januari 2015

Kemampuan dan Peran Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Membantu Korban Bencana Alam dengan Pendekatan Tinjauan Keilmuan Mata Kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat




Kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis Indonesia memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.508 pulau, terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan di antara dua lautan (Lautan Hindia dan Pasifik). Selain itu, Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Indo Australia, Eurasia dan Pasifik, yang berpotensi menimbulkan gempa bumi apabila lempeng-lempeng tersebut bertumbukan. Di sisi lain, Indonesia juga mempunyai 129 gunung api aktif, 80 diantaranya berbahaya.
Bencana alam lainnya yang seringkali melanda Indonesia adalah tsunami, angin topan, banjir, tanah longsor, kekeringan serta bencana akibat ulah manusia seperti kegagalan teknologi, konflik sosial, kebakaran hutan dan lahan.  Rangkaian peristiwa bencana alam  sangat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Sesuai kompetensi sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  Unversitas Diponegoro Semester IV yang telah memperoleh berbagai mata kuliah seperti Dasar Promosi Kesehatan, Dasar Kesehatan Lingkungan, Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Dasar Epidemiologi, Ilmu Gizi dasar, Biostatistik Deskriptif, Dasar Manajemen Kesehatan, Sosio Antropologi Kesehatan, Ilmu Kependudukan, dan Ekologi Kesehatan maka  diharapkan mampu mengambil peran untuk menghadapi situasi kejadian bencana alam.
Kemampuan dan peran serta mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang dapat dilakukan untuk membantu korban bencana alam dengan pendekatan sesuai tinjauan dari keilmuan mata kuliah- mata kuliah dasar di atas, diantaranya :
1.    Dasar Promosi Kesehatan
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Dasar Promosi Kesehatan, maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
a.      Pra Bencana
-        Melakukan kegiatan KIE ( Komunikasi  Informasi dan Edukasi ) kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Misalnya mengenai pendidikan mengenai pengertian dari bencana, jenis bencana, tanggap darurat bencana, mitigasi bencana, dll
-        Memberikan Pendidikan mengenai tindakan tanggap darurat bencana, baik saat pra bencana – bencana – pasca bencana. Misalnya, memberikan pendidikan ke warga mengenai tindakan pencegahan untuk longsor, banjir, tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, gunung meletus, tindakan untuk pembersihan pasca banjir, longsor dll
-        Melakukan pendekatan ke warga yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk mengungsi atau beralih menetap tinggal di wilayah yang lebih aman. Misalnya, melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan gunung meletus untuk beralih ke lokasi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
-        Melakukan simulasi dan pelatihan saat terajadinya bencana. Misalnya, simulasi tanggap darurat gempa bumi, tanah longsor,  kebakaran, gunung meletus, dll.
-        Melakukan usaha advokasi kepada para pembuat kebijakan untuk mendapat dukungan dan  keputusan dalam memecahkan  masalah untuk melindungi dan memperjuangkan hak – hak para korban bencana. Selain itu
-        Berusaha untuk mendapatkan dukungan kemitraan dari berbagai pihak dalam usaha memberikan pendidikan dan informasi ke masyarakat mengenai kegwatdaruratan bencana. Seperti, mencari dukungan dari LSM, PMI, badan SAR, badan BPBD, dll
-        Melakukan Mobilisasi sosial dengan pengerahan seluruh anggota masyarakat untuk ikut aktif dalam suatu usaha demi kepentingan bersama. Seperti usaha mencegah banjir dan longsor, setiap minggunya mengerahkan warga untuk kerja bakti, melakukan 3M, melakukan pelebaran sungai, reboisasi, terasiring, dll

b.      Saat Bencana
-        Memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di tempat pengungsian mengenai tindakan pasca bencana dan PHBS saat di pengungsian
-        Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyakit – penyakit yang sering terjadi saat bencana dan pasca bencana. Misalnya informasi mengenai penyakit diare dan demam berdarah, dari informasi tersebut masyarakat diharapkan dapat melakukan pencegahan dan tindakan pengobatan di tempat pengungsian
-        Melakukan komunikasi baik secara intrapersonal maupun kelompok kepada para korban bencana yang mengalami trauma fisik maupun psikis (trauma healing)
-        Melakukan pendekatan ke warga yang masih tetap ingin tinggal tinggal di wilayah rawan bencana untuk mengungsi atau beralih menetap tinggal di tempat pengungsian yang aman. Misalnya, melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, warga yang tinggal di daerah 5 km dari gunung merapi yang meletus untuk beralih ke lokasi pengungsian yang jaraknya 100 km dari gunung merapi.
-        Memberikan informasi melalui berbagai media mengenai situasi dan kondisi terkini korban bencana alam di pengungsian. Misalnya informasi jumlah korban meninggal, luka – luka, kondisi tempat pengungsian, dll.
-        Bertugas sebagai kehumasan dan bertanggung jawab terhadap pos pelayanan komunikasi
-        Membantu para petugas kesehatan dalam kegiatannya melakukan vaksin, posyandu, imunisasi ,dll
-        Melakukan advokasi kepada para pemangku kebijakan untuk segera menurunkan bantuan anggaran dana negara bagi kelangsungan hiudup para korban bencana alam selama di pengungsian
-        Melakukan usaha kemitraan untuk mencari dukungan sosial dan sumber daya dalam menangani korban bencana alam, seperti LSM, PMI, IDI, tim SAR, BPBD, tim Basarnas, sponsor, perusahaan baik sebagai donatur maupun tim relawan


c.      Pasca Bencana
-       Membantu para korban bencana alam menemukan sanak saudaranya yang hilang  ( Restoting Family Link ) melalui publikasi berbagai saluran media
-       Membantu para korban yang masih mengalami trauma pasca bencana terjadi untuk memulihkan kepercayaan diri dan psikisnya ( Trauma Healing )
-       Melakukan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk tindakan mitigasi dan perencaan saat terjadinya bencana alam
-       Melakukan kegiatan edukasi dan pelatihan kerja untuk mengasah kemampuan dan keterampilan masyarakat yang telah kehilangan pekerjaannya
-       Memberikan Pendidikan mengenai tindakan tanggap darurat bencana, baik saat pra bencana – bencana – pasca bencana. Misalnya, memberikan pendidikan ke warga mengenai tindakan mitigasi, pencegahan untuk longsor, banjir, tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, gunung meletus, tindakan untuk pembersihan pasca banjir, longsor dll
-       Membantu para petugas kesehatan untuk memeriksa kesehatan para korban bencana khusunya balita dalam melakukan vaksin, imuninasi, penimbangan posyandu, dll
-       Melakukan usaha advokasi kepada para pemangku kebijakan untuk membantu para korban bencana yang sudah kehilangan harta benda dan pekerjaannya, melalui pemberian bantuan berupa uang, material bahan bangunan, air bersih, dll
-       Melakukan mobilisasi dengan pengerahan seluruh anggota masyarakat untuk ikut aktif dalam suatu usaha demi kepentingan bersama. Seperti kegiatan kerja bakti, pelebaran sungai, pembangunan kembali sarana kesehatan  dan reboisasi dalam usaha pemulihan kembali lingkungan yang telah rusak akibat banjir dan tanah longsor




2.    Dasar Kesehatan Lingkungan
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Dasar Kesehatan Lingkungan, maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
a.      Pra Bencana
Ø  Melakukan perencanaan pada sanitasi lingkungan, seperti pendalaman sungai yang telah dangkal dan pelebaran sungai dan pengolahan tinja
Ø  Melakukan pelatihan untuk mengelola water sanitasi, penjernihan air bersih dan air minum, pembuatan WC darurat , dll
Ø  Melakukan mitigasi pada lingkungan yang rawan tercemar dan rawan terjadi bencana akibat kerusakan lingkungan
Ø  Melakukan usaha reboisasi, terasiring di wilayah rawan bencana longsor
Ø  Melakukan pengelolaan sampah dan limbah industri maupun rumah tangga
Ø  Melakukan pengelolaan dan pengontrolan penggunaan pestisida oleh para petani yang merugikan lingkungan dan manusia
Ø  Melakukan pengukuran terhadap kadar oksigen, karbon dioksida, dan zat – zat toksik di air
Ø  Melakukan Pembangunan berkelanjutan sangat krusial dalam kerangka mitigasi yang sukses terhadap perubahan iklim yang tejadi

b.      Saat Bencana
Ø  Melakukan pengkajian cepat untuk menentukan tingkat kerusakan sistem persediaan air masyarakat dan SPAL serta produksi, tempat penyimpanan, dan jaringan distribusi makanan
Ø  Menentukan kapasitas operasional yang tersisa untuk melaksanakan layanan dasar kesehatan lingkungan
Ø  Melakukan pembangunan penampungan sementara dan pos dapur umum
Ø  Melakukan pengelolaan dan penyediaan air bersih dan air minum untuk para korban bencana
Ø  Membangun cubluk atau MCK darurat di tempat pengungsian
Ø  Melakukan penjernihan kembali sumber air yang telah tercemar
Ø  Melakukan pengelolaan sanitasi di tempat pengungsian
Ø  Menyediakan fasilitas dasar cuci tangan
Ø  Memastikan bahwa terdapat kecukupan jumlah air minum yang aman, kecukupan fasilitas sanitasi dasar, pembuangan ekskreta, limbah cair, dan limbah padat; dan penampungan yang cukup
Ø  Melaksanakan upaya perlindungan makanan, membentuk atau melanjutkan upaya pengendalian vektor dan mempromosikan personal hygiene
Ø  Menerapkan pemilahan sampah organik dan non organik dan menerapkan teknik 3R di sumber dan TPS
Ø  Musnahkan tempat perkembangbiakan vektor dengan mengeringkan dan/atau menimbun kolam, empang, dan rawa-rawa, melakukan gerakan 3M, dll.


c.      Pasca Bencana
Ø  Pengelolaan pembersihan tempat penampungan sementara (pengungsian)
Ø  Melakukan pengelolaan pada penjernihan sumber air yang tercemar
Ø  Melakukan penutupan / penguburan bekas – bekas cubluk / MCK untuk menghindari tersebarnya vektor penyakit
Ø  Membangun kembali sarana pelayanan kesehatan seperti MCK, sumber air bersih, sumber air minum, dll
Ø  Pengolahan limbah industri maupun limbah rumah tangga, limbah cair, limbah padat, dll dengan teknologi tepat guna
Ø  Melakukan pengelolaan terhadap pemakaman massal yang jauh dari pemukiman dan sumber air dengan kedalaman yang lebih dari 2 meter untuk menghindari tersebarnya vektor penyakit
Ø  Melakukan reboisasi , terasiring, pemulihan tanah tercemar, dll
Ø  Melakukan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang terjadi
Ø  Melakukan rehabilitasi AMDAL dan SPAL sederhana
Ø  Melakukan pengelolaan sampah misalnya dengan komposting dan biogas


3.    Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Dasar Keselamatan dan Kesehatan kerja , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
a.   Pra Bencana
v  Melakukan mitigasi dan perencanaan pada wilayah – wilayah yang rawan terhadap bencana
v  Melakukan pemetaan pada wilayah yang hazard, risk, unsafe condition
v  Melakukan analisis terhadap potensi, dampak, analisis risiko bencana di suatu wilayah
v  Mencegah dan mengendalikan  suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca kerja, radiasi, suara dan getaran sesuai ambang batasnya
v  Pengontrolan dan penertiban penggunaan alat pelindung diri saat berada di lingkungan kerja atau lingkungan hazard
v  Memberlakukan sistem manajemen SMK3 di perusahaan
v  Melakukan pelatihan dan pendidikan tanggap darurat bencana
v  Penyiapan sarana komunikasi, pos komando, penyiapan lokasi evakuasi, Rencana Kontinjensi, dan sosialisasi peraturan / pedoman penanggulangan bencana
v  Melakukan peringatan dini ( early warning system ) jika terjadi suatu keadaan yang membahayakan, misalnya tanda AWAS !
v  Melakukan eliminasi, subtitusi dan isolasi terhadap suatu kondisi hazard
v  Melakukan assesment HIRA ( Hazard Identification and Risk Assesment )

b.   Saat Bencana
v Melakukan pengelolaan pengungsian para korban bencana dengan mendirikan tempat penampungan sementara dan dapur umum
v Membantu mendirikan dan mengelola pos komando dan relawan
v Melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban bencana alam
v Membuat denah skematik arah untuk evakuasi korban bencana
v Membantu kegiatan pengelolaan logistik dan distribusi barang kepada para korban
v Membantu kegiatan transportasi para korban dan relawan dalam akses nya menuju wilyah aman
v Membantu petugas kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama bagi para korban
v Membantu penyediaan pelayanan kesehatan dasar seperti tersedianya air bersih, dapur umum, MCK, dll
v Melakukan usaha keamanan dan pertahanan di tempat pengungsian

c.   Pasca Bencana
v Membantu para korban bencana alam menemukan sanak saudaranya yang hilang  ( Restoting Family Link ) melalui publikasi berbagai saluran media
v Membantu para korban yang masih mengalami trauma pasca bencana terjadi untuk memulihkan kepercayaan diri dan psikisnya ( Trauma Healing)
v Pengelolaan pembersihan tempat penampungan sementara (pengungsian)
v Memfungsikan kembali prasarana dan sarana pada keadaan semula.. Upaya yang dilakukan adalah memperbaiki prasarana dan pelayanan dasar (jalan, listrik, air bersih, pasar puskesmas, dll).
v Membantu korban bencana alam untuk kembali ke tempat tinggalnya
v Membantu memulihkan keamanan dan pertahanan wilayah pasca bencana
v Membantu masyarakat memperbaiki rumahnya, fasilitas umum dan fasilitas sosial penting, dan menghidupkan kembali roda perekonomian
v Melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap kegiatan tanggap bencana yang telah dilakukan

4.    Dasar Epidemiologi
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Dasar Epidemiologi , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
a.    Pra Bencana
ü Melakukan surveillens epidemiologi penyakit di suatu wilayah untuk meneliti risiko dan kerentanan terhadap penyakit endemis
ü Melakukan publikasi data surveillens untuk melakukan intervensi pencegahan dan pengendalian penyakit
ü Memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai penyakit menular dan non menular yang dapat menimbulkan bencana di masyarakat
ü Melakukan simulasi dan pelatihan untuk tindakan pencegahan dan rehabilitasi terhadap suatu penyakit menular maupun non menular
ü Melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rentan endemis suatu penyakit

b.    Saat Bencana
ü Melakukan pendataan status kesehatan para korban bencana di pengungsian
ü Melakukan pendataan jumlah angka kesakitan, jumlah angka kematian, yang terjadi di pengungsian
ü Mendeteksi terjadinya Kejadian luar biasa dan wabah di lokasi bencana
ü Mendeteksi terjadinya perubahan trend penyakit menular dan non menular di tempat pengungsian
ü Membantu petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan para korban bencana
ü Membantu petugas kesehatan untuk menyediakan obat – obatan sesuai dengan data penyakit yang telah di dapatkan
ü Membantu petugas kesehatan melakukan vaksinasi, imunisasi, posyandu, pemberian vitamin A, dll
ü Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan non menular di tempat pengungsian
ü Melakukan intervensi atau kegiatan memberantas tempat berkembangbiaknya nyamuk Aides aygepty, Cikungunya, dll
ü Menyediakan tempat isolasi bagi para korban bencana yang memiliki penyakit menular seperti TBC, HIV, Hepatitis, Flu burung, dll


c.    Pasca Bencana
ü Melakukan surveilens penyakit akibat bencana atau penyakit pasca bencana
ü Melakukan pendataan status kesehatan masyarakat pasca bencana
ü Membantu petugas kesehatan melakukan posyandu, imunisasi, pemberian vitamin A dalam rangka menyehatkan para korban bencana alam
ü Memberikan pembinaan atau bimbingan kepada masyarakat yang mengalami trauma psikologi untuk menghindari penyakit depresi
ü Melakukan perbaikan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
ü Melakukan deteksi dan pengujian terhadap sumber air bersih dan air minum untuk menghindari terjadinya waterborn disease pasca bencana terjadi
ü Membantu merehabilitasi para korban bencana yang mengalami kecacatan, kelumpuhan atau sakit berlanjut akibat bencana
ü Melakukan mitigasi dan perencanaan terhadap wilayah yang rentan mengalami bencana wabah penyakit
ü Pendokumentasian, publikasi dan evaluasi kegiatan pencegahan  dan pengendalian penyakit menular maupun non menular

                               
5.    Ilmu Gizi Dasar
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Ilmu Gizi Dasar , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
a.   Pra Bencana
·      Melakukan pendidikan kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang
·      Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyusunan menu gizi seimbang
·      Memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyakit yang akan ditimbulkan dari gizi yang tidak seimbang serta cara pencegahan dan pengendaliannya
·      Melakukan pendataan dan pemeriksaan status gizi masyarakat di wilayah rentan gizi buruk
·      Melakukan pelatihan kepada masyarakat untuk menyusun menu gizi seimbang sesuai kebutuhannya sehari – hari sesuai AKG, AKE, AKH, dll

b.    Saat Bencana
·      Memberikan makanan yang agar pengungsi tidak lapar dan dapat mempertahankan status gizinya
·      Mengawasi pendistribusian bantuan bahan makanan
·      Menganalisis hasil Rapid Health Assessment (RHA)
·      Menghitung kebutuhan gizi. Setiap orang pengungsi membutuhkan 2.100 kkal, 50 g protein dan 40 g lemak, serta menyusun menu yang didasarkan pada jenis bahan makanan yang tersedia.
·      Pengelolaan penyelenggaraan makanan di dapur umum yang meliputi, tempat pengolahan, sumber bahan makanan, petugas pelaksana dan pengawasan penyelenggaraan makanan, penyimpanan bahan makanan basah / kering, cara mengolah dan distribusi, peralatan makan dan pengolahan, tempat pembuangan sampah sementara
·      Pengawasan bantuan bahan makanan untuk melindungi korban bencana dari dampak buruk akibat bantuan tersebut seperti diare, infeksi, keracunan dan lain-lain, yang meliputi:
a.) Tempat penyimpanan bantuan bahan makanan harus dipisah antara bahan makanan umum dan bahan makanan khusus untuk bayi dan anak
b.) Jenis-jenis bahan makanan yang diwaspadai termasuk makanan dalam kemasan, susu formula dan makanan suplemen
c.) Untuk bantuan bahan makanan produk dalam negeri harus diteliti nomor registrasi (MD), tanggal kadaluarsa, sertifikasi halal, aturan cara penyiapan dan target konsumen
d.) Untuk bantuan bahan makanan produk luar negeri harus diteliti nomor registrasi (ML), bahasa, tanggal kadaluarsa, aturan cara penyiapan dan target konsumen
                                                                                
c.   Pasca Bencana
·      Analisis faktor  penyulit berdasarkan hasil Rapid Health Assessment (RHA).
·      Pengumpulan data antropometri balita (berat badan, panjang badan/tinggi badan), ibu hamil dan ibu menyusui (Lingkar Lengan Atas).
·      Menghitung proporsi status gizi balita kurus (BB/TB <-2SD) dan jumlah ibu hamil dengan risiko KEK (LILA<23,5 cm).
·      Menganalisis adanya faktor penyulit seperti kejadian diare, campak, demam berdarah dan lain-lain.
·      Melaksanakan pemberian makanan tambahan dan suplemen gizi.
·      Khusus anak yang menderita gizi kurang perlu diberikan makanan tambahan disamping makanan keluarga, seperti kudapan/jajanan, dengan nilai energy 350 kkal dan protein 15 g per hari 
·      Ibu hamil perlu diberikan 1 tablet Fe setiap hari, selama 90 hari.
·      Ibu nifas (0-42 hari) diberikan 2 kapsul vitamin A dosis 200.000 IU (1 kapsul pada hari pertama dan 1 kapsul lagi hari berikutnya, selang waktu minimal 24jam)
·      Pemberian vitamin A biru (100.000 IU) bagi bayi berusia 6-11 bulan; dan kapsul vitamin A merah (200.000 IU) bagi anak berusia 12-59 bulan, bila kejadian bencana terjadi dalam waktu kurang dari 30hari setelah pemberian kapsul vitamin A (Februari dan Agustus) maka balita tersebut tidak dianjurkan lagi mendapat kapsul vitamin A.
·      Melakukan penyuluhan kelompok dan konseling perorangan dengan materi sesuai dengan kondisi saat itu, misalnya konseling menyusui dan MP-ASI.
·      Memantau perkembangan status gizi balita melalui surveilans gizi.


6.    Biostatistika Deskriptif
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Biostatistika Deskriptif , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
a.      Pra Bencana
Ø Melakukan kegiatan GIS dan pemetaan terhadap wilayah yang rentan terkena bencana
Ø Melakukan pendataan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jumlah sarana prasarana
Ø Melakukan pengumpulan dan pendokumentasian data morbiditas, mortalitas, fertilitas, migrasi, dll
Ø Melakukan pemetaan wilayah yang padat penduduk dan rentan terancam bahaya bencana wabah penyakit akibat kerusakan lingkungan
Ø Melakukan pencatatan dan survey mengenai hubungan antara ukuran demografi dengan bencana wabah penyakit yang akan ditimbulkan

b.      Saat Bencana
Ø Membantu dalam penghitungan dana yang dikeluarkan maupun dana pemasukan untuk korban bencana alam
Ø Membantu dalam penghitungan data yang diperoleh dari tim asessment meliputi data kematian (warna hitam pada triase), data luka parah (warna merah pada triase) , data luka ringan ( warna hijau dan kuning pada triase ) yang mana nantinya akan dilaporkan ke bagian administrasi
Ø Melakukan tugas di pos pelayanan administrasi
Ø Melakukan pendataan jumlah relawan yang masuk dan keluar
Ø Membantu pendataan dan pengolahan data jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut
Ø Membantu dalam pendataan jumlah fasilitas dan sarana prasarana rusak parah , rusak ringan dan lain sebagainya
Ø Membantu melakukan pendataan jumlah korban yang selamat, hilang, terluka maupun korban yang meninggal
Ø Mahasiswa FKM melalui biostatistik deskriptif dapat  mengetahui tentang ukuran penyebaran, ukuran pemusatan, variasi, dan homogenitas dari para korban bencana yang ada
Ø Membantu dalam analisa korban yang terkena bencana secara langsung dan masyarakat yang terkena dampak bencana secara tidak langsung sehingga dapat menganalisis tentang kebutuhan dan bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh korban dan masyarakat di sekitar lokasi bencana seperti kebutuhan akan air bersih, air minum, MCK, dll

c.      Pasca Bencana
Ø Melakukan pendataan terhadap para korban bencana  yang selamat dan hilang sebagai upaya pendataan ulang jumlah penduduk yang terbaru
Ø Publikasi data – data kondisi kebencanaan, seperti jumlah korban selamat, korban meninggal, korban hilang, kerugian yang dialami, kerusakan fasilitas dan sarana prasarana
Ø Melakukan usaha dan upaya untuk penurunan anggaran dana negara untuk membantu para korban bencana yang mengalami kerugian secara materi
Ø Membantu rehabilitasi pelayanan publik seperti pelayanan pencatatan sipil di kelurahan, kecamatan
Ø Membantu petugas kesehatan dalam membuat data rekam medis
Ø Membantu mencatat kebutuhan para korban pasca bencana seperti obat – obatan, vaksin, makanan, pakaian layak pakai, dll



7.    Dasar Manajemen Kesehatan
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Dasar Manajemen Kesehatan , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
                                         

a.      Pra Bencana
v  Melakukan simulasi dan pelatihan manajemen tanggap darurat bencana di wilayah rentan bencana yang diikuti oleh seluruh warga dan organisasi masyarakat
v  Mengenali tanda-tanda bencana, karakter gunung dan ancaman-ancamannya
v  Membuat sistem peringatan dini yang efeketif dan efisien
v  Mengembangkan radio komunitas untuk penyebarluasan informasi status gunung api
v  Membuat peta kawasan rawan gunung api yang diterbitkan oleh instansi berwenang
v  Membuat perencanaan penanganan bencana mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhan dasar (air, jamban, makanan,pertolongan pertama) jika diperlukan
v  Mempersiapkan kebutuhan dasar dan dokumen penting
v  Melakukan perencanaan tanggap darurat bencana yang dibantu oleh organisasi yang menangani kebencanaan seperti BPBD, PMI, tim SAR, dll yang saling mendukung dan terorganisir

b.      Saat Bencana
v  Melakukan perencanaan dalam mengoranisir pembentukan sistem komando dan pos komando
v  Membuat rencana operasi dalam melakukan kegiatan assesment, evakuasi, penyelamatan, evakuasi, penanganan dan pemulihan bencana
v  Membuat perencanaan dan penghitungan jumlah kebutuhan shelter, air bersih, air minum, makanan agar kesejateraan korban terpenuhi
v  Mengorganisir para korban untuk menempati pembagian shelter masing - masing
v  Mengorganisir para relawan yang masuk dan keluar
v  Membuat perencanaan untuk logistik, pergudangan dan distribusi bantuan agar bantuan dapat tersalurkan dan terorganisir dengan baik
v  Melakukan manajemen dapur umum dan pengaturan keuangan sebagai upaya pertahanan pangan di pengungsian
v  Mengatur kerja para relawan dalam membagi tugas dan peran sesuai keahlian masing – masing
v  Melakukan perencanaan dalam pendistribusian obat, vaksin, vitamin di pusat – pusat pelayanan kesehatan
v  Melakukan manajemen pamakaman jenazah korban bencana yang dilakukan secara massal dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang memungkinkan menghidari tersebarnya vektor penyakit

c.      Pasca Bencana
v  Melakukan pelaporan, monitoring dan evalusi atas hasil usaha manajemen penanganan kedaruratan bencana
v  Melakukan perencanaan dan rehabilitasi fasilitas – fasilitas pelayanan publik
v  Melakukan pengorganisasian terhadap manajemen pemulihan kondisi psikis dan psikologis para korban serta kondisi lingkungan sekitar lokasi bencana
v  Membantu pemulihan kembali soslai ekonomi masyarakat dan fungsi Pemerintahan


8.    Sosio Antropologi Kesehatan
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Sosio Antropologi Kesehatan , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :

Ø  Memberikan kegiatan – kegiatan berupa pembangkitan kembali kebudayaan – kebudayaan di masyarakat, seperti wayang, gamelan, karawitan, tarian jawa
Ø  Memberikan pendekatan – pendekatan ataupun pendidikan sesuai dengan latar belakang kebudayaan korban bencana
Ø  Membantu komunikasi antara relawan / tenaga kesehatan dengan masyarakat sesuai dengan bahasa daerah mereka
Ø  Melakukan identifikasi dan pendataan  7 unsur kebudayaan mereka yang meliputi agama, pakerjaan, alat transportasi, budaya, pendidikan, yang digunakan sebagai langkah awal untuk melakukan intervesi kegiatan pemulihan kondisi psikis dan psikologis masyarakat
Ø  Membangkitkan kembali kegiatan sosial kemasyarakatan seperti PKK, arisan, bersih desa, janur gunung, dll
Ø  Membangkitkan kembali kelestarian budaya masyarakat setempat yang sempat terlupakan semenjak kejadian bencana, seperti pertunjukan wayang, tari, gamelan, dll
Ø  Membantu memperbaiki saran dan fasilitas kebudayaan yang rusak akibat bencana alam
Ø  Membangun perkumpulan organisasi kebudayaan yang saling bekerjasama untuk memperbaiki kondisi kebudayaan masyarakat
Ø  Melestarikan kembali kegiatan keagamaan di masyarakat dengan memperbaiki fasilitas dan sarana prasarana peribadatan, menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti takbiran, suronan, misa,nyepi, dll
Ø  Ikut berpartisipasi dalam memperbaiki fasilitas dan pelayanan sarana prasaran pendidikan, seperti membangun sekolah darurat, ikut menjadi pengajar / relawan pendidikan, dll
Ø  Ikut berpartisipasi dalam usaha peningkatan keterampilan dan kemampuan para korban bencana yang kehilangan pekerjaan pasca bencana, seperti pelatihan pembuatan barang – barang bekas, pengolahan aneka pisang,dll


9.    Ilmu Kependudukan
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Ilmu Kependudukan , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :
Ø Melakukan kegiatan GIS dan pemetaan terhadap wilayah yang rentan terkena bencana akibat ledakan penduduk
Ø Melakukan pendataan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jumlah sarana prasarana
Ø Melakukan pengumpulan dan pendokumentasian data morbiditas, mortalitas, fertilitas, migrasi, dll
Ø Melakukan pemetaan wilayah yang padat penduduk dan rentan terancam bahaya bencana wabah penyakit akibat kerusakan lingkungan
Ø Melakukan pencatatan dan survey mengenai hubungan antara ukuran demografi dengan bencana wabah penyakit yang akan ditimbulkan di masyarakat
Ø Membantu dalam penghitungan data yang diperoleh dari tim asessment meliputi data kematian (warna hitam pada triase), data luka parah (warna merah pada triase) , data luka ringan ( warna hijau dan kuning pada triase ) yang mana nantinya akan dilaporkan ke bagian administrasi
Ø Melakukan tugas di pos pelayanan administrasi
Ø Melakukan pendataan jumlah relawan , jumlah tenaga kesehatan yang masuk dan keluar
Ø Membantu melakukan pendataan jumlah korban yang selamat, hilang, terluka maupun korban yang meninggal
Ø Membantu dalam analisa korban yang terkena bencana secara langsung dan masyarakat yang terkena dampak bencana secara tidak langsung sehingga dapat menganalisis tentang kebutuhan dan bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh korban dan masyarakat di sekitar lokasi bencana seperti kebutuhan akan air bersih, air minum, MCK, dll
Ø Melakukan pendataan terhadap para korban bencana  yang selamat dan hilang sebagai upaya pendataan ulang jumlah penduduk yang terbaru
Ø Publikasi data – data kondisi kebencanaan, seperti jumlah korban selamat, korban meninggal, korban hilang, kerugian yang dialami, kerusakan fasilitas dan sarana prasarana
Ø Membantu rehabilitasi pelayanan publik seperti pelayanan pencatatan sipil di kelurahan, kecamatan

10.  Ekologi Kesehatan
Melalui ilmu yang telah didapat dalam mata kuliah Ekologi Kesehatan , maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat  dapat mengambil perannya dalam situasi tanggap darurat bencana yaitu :

Ø Melakukan reboisasi tanam pohon. Perorangan, kelompok masyarakat, perusahaan bisnis dan industri, organisasi masyarakat, dan pemerintah diimbau untuk menuliskan ikrar penanaman pohon secara online, dengan target menanam satu miliar pohon di seluruh dunia.
Ø Melakukan penelitian mengenai tingkat populasi di tempat pengungsian
Ø Melakukan analisis dan pendataan terhadap wilayah yang rentan terhadap bencana degradasi ekosistem
Ø Melakukan pengidentifikasian dan pencegahan terhadap dampak eutrofikasi pada badan air akibat bencana yang terjadi. Eutrofikasi terjadi karena nutrient dan sedimen  yang masuk ke dalam badan air secara berlebihan
Ø Memetakan atau mengorganisir tempat – tempat untuk hewan ternak yang layak
Ø Membantu para korban dan hewan ternak untuk melakukan adaptasi di lingkungan tempat tinggal yang baru
Ø Melakukan penelitan dan pengecekan terhadap kondisi pencemaran air, udara dan tanah yang terjadi di sekitar lokasi bencana
Ø Melakukan rehabilitasi pada hewan – hewan yang kesakitan atau hampir punah akibat bencana alama
Ø Memperbaiki kondisi lahan pertanian yang telah rusak akibat bencana. Misalnya dengan melakukan fitromediasi pada tanah yang telah tercemar
Ø Membantu mengembalikan dan pemulihan aktivitas pertanian dan peternakan para warga pasca bencana terjadi
Ø Melakukan pendataan jumlah hewan – hewan yang mati, kerusakan tanaman serta kondisi sumber air minum dan air bersih untuk kelangsungan ekosistem pasca bencana
Ø Mengembangkan pembangunan perumahan dan pemukiman yang bertumpu pada keswadayaan masyarakat.
Ø Meningkatkan fasilitas dan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah yang layak.
Ø Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pembangunan perumahan
Ø Meningkatkan kapasitas SDM dan pelaku pembangunan perumahan dan pemukiman
Ø Optimalisasi produktivitas hutan dengan memperhatikan jenis tumbuhan yang menjadi sumber utama penghasil utama penghasil kayu di masa yang akan datang
Ø Reforestasi (penanaman hutan kembali)
Ø Managemen hutan komersil di masa yan akan datang dengan  baik
Ø Pengawasan dan penjagaan hutan secara ketat

















DAFTAR PUSTAKA

ADPC. 2006. Presentation Material Of 14th CBRM Course. Bangkok: ADPC Anonim. 2011. Dampak Ekonomi: http://www.majalahglobalreview.com/opini/8-opini/25-dampak-bencana-terhadap-ekonomi-indonesia.html diunduh pada tanggal 14 Juli 2014 pukul 16.00
ADPC. 2006. Presentation Material Of 14th CBRM Course. Bangkok: ADPC
Engkon Kertapati. 2006. Power point: Gempa Bumi. ITB: Center for Disaster Mitigation
In In Wahdiny. 2005. Power Point: Bencana dan Pembangunan. ITB: Studi Pembangunan
I Wayan Sengara. 2006. Power point: Perilaku Bangunan Sekolah
Terhadap Gempa (Pengenalan Mitigasi Struktural)
. ITB: Center for Disaster Mitigation
Krishna S. Pribadi. 2006. Power Point: Menghadapi Bencana Melalui  Pengelolaan Bencana. ITB: Center For Disaster Mitigation
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana
Peraturan Kepala BNPB Nomor 10 tahun 2012 tentang Pengelolaan Bantuan Logistik pada Status Kedaruratan Bencana
Perka BNPB No. 17 tahun 2011
Supriharyono, Prof. Dr. Ir. MS. 20007. Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di wilayah Pesisir dan laut Tropis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
UNDP. 2004. Reducing Disaster Risk – A Challenge for Development. New York: UNDP




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .