RSS

Selasa, 06 Januari 2015

VIRUS PARAMIKSOVIRUS (PENYAKIT CAMPAK)


                                                                                                                            

















BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
 Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Contoh dari salah satu virus yaitu Virus paramiksovirus . Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus).Virus ini terdapat dalam darah dan sekret (cairan) nasofaring (jaringan antara tenggorokan dan hidung) pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.
Sejumlah penyakit manusia penting disebabkan oleh paramyxoviruses. Ini termasuk campak, yang menyebabkan 745.000 kematian pada tahun 2001..Campak adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi dan masih masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini umumnya menyerang anak umur di bawah lima tahun ( balita ) akan tetapi campak bisa menyerang semua umur. Campak telah banyak diteliti, namun masih banyak terdapat perbedaan pendapat dalam penanganannya. Imunisasi yang tepat pada waktunya dan penanganan sedini mungkin akan mengurangi komplikasi penyakit ini.




B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian virus paramiksovirus ?
2.      Apa penyakit yang ditimbulkan oleh virus paramiksovirus?
3.      Bagaimana cara penularan dan pencegahan pada penderita virus paramiksovirus?
C.       Tujuan Penulisan
Untuk menambah wawasan kita tentang virus paramiksovirus, penyakit yang ditimbulkan serta Bagaimana cara penularan dan pencegahan pada penderita virus paramiksovirus
D.    ,ManfaatPenulisan
Untuk menambah pengetahuan tentang virus dan penyakit yang di timbulkan . serta cara penularan dan pencegahannya.











BAB II
PEMBAHASAN
1.      PENGERTIAN
Paramyxoviruses (dari bahasa Yunani para-, melampaui,-myxo-, lendir atau lendir, ditambah virus, racun dari bahasa Latin, lendir) adalah virus dari keluarga Paramyxoviridae dari urutan Mononegavirales, mereka negatif-akal beruntai tunggal RNA virus yang bertanggung jawab untuk sejumlah penyakit manusia dan hewan. Genus Morbillivirus (jenis spesies Campak virus. Paramyxoviruses encode negatif-akal, beruntai tunggal, RNA monopartite. Mereka menyelimuti dan berisi nukleokapsid heliks. Mereka muncul pleomorfik atau bola dalam mikrograf elektron.
2.      PENYAKIT
Penyakit campak dikenal juga dengan istilah morbili dalam bahasa latin dan measles dalam bahasa inggris atau dikenal dengan sebutan gabagen (dalam bahasa Jawa) atau kerumut (dalam bahasa Banjar) atau disebut juga rubeola (nama ilmiah) merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular, yang di tandai dengan demam, lemas, batuk, konjungtivitas (peradangan selaput ikat mata /konjungtiva) dan bintik merah di kulit (ruam kulit)

Ada beberapa pengertian tentang campak menurut  beberapa ahli, yaitu  :
                                                                                                                                  
a.       Campak atau morbili adalah penyakit virus akut , menular yang di tandai  dengan 3 stadium yaitu stadium prodromal (kataral), stadium erupsi dan stadium konvalisensi, yang di manifestasikan dengan demam, konjungtivitis dan bercak koplik (Ilmu Kesehatan Anak Edisi 2, th 1991. FKUI ).
b.      Morbili adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai dengan gejala-gejala utama ringan, ruam serupa dengan campak ringan atau demam, scarlet, pembesaran serta nyeri limpa nadi (Ilmu Kesehatan Anak vol 2, Nelson, EGC,  2000).
c.       Campak adalah penyakit menular yang ditularkan melalui rute udara dari seseorang yang terinfeksi ke orang lain yang rentan (Brunner & Suddart, vol 3, 2001).


3.      Cara Penularan

Cara penularan penyakit ini adalah melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup Percikan ludah (droplet) dari hidung, mulut maupun  tenggorokan penderita morbili atau campak. Artinya seseorang dapat tertular campak bila menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau dimana saja.  Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
                                                                      
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak usia pra- sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahirdari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).
Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah :
·         Bayi berumur lebih dari 1 tahun
·          Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
·         Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.


4.      Cara Pencegahan Penyakit Campak

a.      Pencegahan Primordial

Pencegahan primordial dilakukan dalam mencegah munculnya factor predisposisi/ resiko terhadap penyakit Campak. Sasaran dari pencegahan primordial adalah anak-anak yang masih sehat dan belum memiliki resiko yang tinggi agar tidak memiliki faktor resiko yang tinggi untuk penyakit Campak.  Edukasi kepada orang tua anak sangat penting peranannya dalam upaya pencegahan  primordial. Tindakan yang perlu dilakukan seperti  penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan,  konselling nutrisi dan penataan rumah yang baik.                        

b.      Pencegahan Primer

Sasaran dari pencegahan primer adalah orang-orang yang termasuk kelompok beresiko, yakni anak yang belum terkena Campak, tetapi berpotensi untuk terkena penyakit Campak. Pada pencegahan primer ini harus mengenal faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya Campak dan upaya untuk mengeliminasi faktor-faktor tersebut.
.
        
      b.1 Penyuluhan

Edukasi Campak adalah pendidikan dan latihan mengenai pengetahuan mengenai Campak. Disamping kepada penderita Campak, edukasi juga diberikan kepada anggota keluarganya, kelompok masyarakat beresiko tinggi dan pihak-pihak perencana kebijakan kesehatan. Berbagai materi yang perlu diberikan kepada pasien campak adalah definisi penyakit Campak, faktor-faktor yang berpengaruh pada timbulnya campak dan upaya-upaya menekan campak, pengelolaan Campak secara umum, pencegahan dan pengenalan komplikasi Campak.

       b.2. Imunisasi
Di Indonesia sampai saat ini pencegahan penyakit campak dilakukan dengan vaksinasi  Campak secara rutin yaitu diberikan pada bayi berumur 9 – 15 bulan. Vaksin yang digunakan adalah Schwarz vaccine  yaitu vaksin hidup yang dioleh menjadi lemah. Vaksin ini diberikan secara subkutan sebanyak 0,5 ml. vaksin campak tidak boleh diberikan pada wanita hamil, anak dengan TBC yang tidak diobati, penderita leukemia. Vaksin Campak dapat diberikan sebagai vaksin monovalen atau polivalen yaitu vaksin measles-mumps-rubella (MMR).  vaksin monovalen diberikan pada bayi usia 9 bulan,  sedangkan vaksin polivalen diberikan pada anak usia 15 bulan.  Penting diperhatikan penyimpanan dan transportasi vaksin harus pada temperature antara 2ºC - 8ºC atau ± 4ºC, vaksin tersebut harus dihindarkan dari sinar matahari.  Mudah rusak oleh zat pengawet atau bahan kimia dan setelah dibuka hanya tahan 4 jam.
Dimana imunisasi ini terbagi atas 2 yaitu :
1.     Imunisasi aktif
          Pencegahan  campak  dilakukan dengan  pemberian  imunisasi aktif  pada  bayi  berumur  9  bulan  atau  lebih.  Pada  tahun 1963  telah  dibuat dua  macam  vaksin campak,  yaitu  (1)  vaksin  yang  berasal  dari  virus campak  hidup  yang  dilemahkan (tipe Edmonstone B), dan (2) vaksin yang berasaldarivirus  campak  yang  dimatikan  
                                                                                                                                                                                                                                                                   
(dalam  larutan  formalin  dicampur  dengan  garam alumunium). Namun  sejak  tahun 1967,  vaksin  yang  berasal  dari  virus  campak  yang  telah  dimatikan  tidak digunakan  lagi,  oleh  karena  efek  proteksinya  hanya  bersifat  sementara dan dapat menimbulkan gejala  atypical  measles   yang  hebat.  Vaksin  yang  berasal  dari  virus  campak  yang  dilemahkan berkembang dari Edmonstone strain menjadi strain Schwarz (1965) dan kemudian menjadi strais  Moraten (1968). Dosis baku minimal  pemberian  vaksin  campak yang dilemahkan adalah 0,5 ml, secara subkutan,namun dilaporkan bahwa pemberian secara intramuskular mempunyai efektivitas yang sama. Vaksin ini biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi  denganondongan  dan  campak  Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha  atau  lengan  atas. Jika hanya  mengandung campak vaksin diberikan  pada umur 9 bulan. Dalam  bentuk  MMR, dosis  pertama  diberikan  pada  usia 12-15 bulan, dosis  kedua diberikan  pada  usia  4-6  tahun.

          Vaksin campak sering dipakai bersama-sama dengan vaksin rubela dan parotitis epidemika yang dilemahkan, vaksin polio oral, difteri-tetanus-polio vaksin dan lain-lain. Laporan beberapa peneliti menyatakan bahwa kombinasi tersebut pada umumnya aman dan tetap efektif.

                                                                                                                               


2.     Imunisasi pasif
Imunisasi pasif dengan kumpulan serum orang dewasa, kumpulan serum konvalesens, globulin plasenta atau gamma globulin kumpulan plasma adalah efektif untuk pencegahan dan pelemahan campak. Campak dapat dicegah dengan Immune serum globulin (gamma globulin) dengan dosis 0,25 ml/kgBB intramuskuler, maksimal 15 ml dalam waktu 5 hari sesudah terpapar, atau sesegera mungkin. Perlindungan yang sempurna diindikasikan untuk bayi, anak-anak dengan penyakit kronis, dan para kontak di bangsal rumah sakit serta institusi penampungan anak. Setelah hari ke 7-8 dari masa inkubasi, maka jumlah antibodi yang diberikan harus ditingkatkan untuk mendapatkan derajat perlindungan yang diharapkan.Kontraindikasi vaksin : reaksi anafilaksis terhadap neomisin atau gelatin, kehamilan imunodefisiensi (keganasan hematologi atau tumor padat, imunodefisiensi kongenital, terapi imunosupresan jangka panjang, infeksi HIV dengan imunosupresi berat.
       Isolasi
Penderita rentan menghindari kontak dengan seseorang yang terkena penyakit            campak dalam kurun waktu 20-30 hari, demikian pula bagi penderita campak             untuk diisolasi selama 20-30 hari guna menghindari penularan lingkungan             sekitar.

                                                                                                                                 


c.       Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder adalah  upaya  untuk  mencegah  atau menghambat timbulnya  komplikasi dengan  tindakan-tindakan seperti  tes  penyaringan  yang ditujukan untuk pendeteksian dini  campak serta  penanganan segera dan  efektif. Tujuan  utama  kegiatan-kegiatan  pencegahan  sekunder adalah  untuk mengidentifikasi orang-orang tanpa  gejala  yang  telah sakit atau  penderita yang beresiko  tinggi untuk mengembangkan  atau memperparah  penyakit. Memberikan pengobatan  penyakit sejak awal  sedapat mungkin dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya  komplikasi. Edukasi dan pengelolaan campak  memegang peran  penting untuk  meningkatkan kepatuhan pasien  berobat.
d.      Pencegahan Tersier

Pencegahan tersier adalah semua upaya untuk mencegah kecacatan akibat  komplikasi. Kegiatan  yang dilakukan  antara  lain  mencegah  perubahan dari  komplikasi menjadi kecatatan tubuh dan melakukan rehabilitasi sedini mungkin  bagi penderita yang mengalami kecacatan. Dalam upaya ini diperlukan  kerjasama yang baik antara pasien-pasien dengan dokter maupun antara dokter-dokter yang terkait dengan komplikasinya. Penyuluhan juga sangat dibutuhkan  untuk  meningkatkan motivasi pasien untuk mengendalikan penyakit  campak.  Dalam  penyuluhan  ini hal  yang dilakukan adalah :
                                                                                                                       
1.      Maksud, tujuan, dan cara pengobatan komplikasi kronik
2.      Upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan
3.      Kesabaran  dan  ketakwaan untuk dapat menerima dan  memanfaatkan   keadaan  hidup dengan  komplikasi kronik.

Pelayanan kesehatan yang holistik dan terintegrasi  antar disiplin  terkait juga sangat diperlukan,  terutama di rumah sakit rujukan, baik dengan para ahli sesama  ilmu.











                                                                                                                                
BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
 Paramyxoviruses (dari bahasa Yunani para-, melampaui,-myxo-, lendir atau lendir, ditambah virus, racun dari bahasa Latin, lendir) adalah virus dari keluarga Paramyxoviridae dari urutan Mononegavirales Campak  ialah penyakit infeksi virus akut, menular, secara epidemiologi merupakan penyebab utama kematian terbesar pada anak. Campak disebabkan oleh virus RNA dari family paramixoviridae, genus Morbilivirus , yang ditularkan secara droplet. Campak dapat dicegah dengan melakukan imunisasi secara aktif, pasif dan isolasi penderita.
B.     SARAN
             Kita harus menerapkan pola hidup sehat, utamanya untuk anak dan balita perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga status gizi anak pun menjadi lebih baik. Selalu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan anak sebelum makan.
Untuk para orangtua jangan mengabaikan vaksinasi untuk anak  karena anak atau balita yang tidak mendapat imunisasi campak memiliki resiko 5 kali lebih besar untuk terkena penyakit campak dibanding dengan anak atau balita yang mendapat imunisasi.
                                                                                   
                                                                                                                                
DAFTAR PUSTAKA

Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak Sakit. Jakarta: EGC.
Rampengan, T. H. 1993. Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. Jakarta: EGC.













                  


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .