RSS

Selasa, 06 Januari 2015

TANGGAP DARURAT BENCANA "Penggunaan Gas LPG"



1.      Menganalisis kegiatan / kejadian yang akan menyebabkan bencana
è   Kegiatan memasak yang dilakukan oleh Ibu, ketika beliau sedang ada hajatan menyiapkan acara keluarga / arisan . Ibu saya sering melakukan kegiatan memasak menggunakan tungku dan gas LPG secara bersamaan di dalam satu ruang .  Kegiatan tersebut sangat berpotensi untuk menimbulkan bencana kebakaran, mengingat gas LPG mudah terbakar dan mudah meledak,  keracunan menghirup gas, kerugian material serta kematian apabila terjadi kelalaian pada kebocoran gas dan ruangan yang memanas. Tabung Elpiji berisi gas Elpiji dan cairan Elpiji yang bertekanan pada isi (volume) yang tetap, sehingga yang berubah (variable) adalah suhu (temperature) dan tekanan (Pressure). Artinya gas Elpiji dapat di mapatkan sedangkan cairannya tidak, Sehingga jika terisi penuh maka dengan sedikit kenaikan suhu tabung Elpiji dapat pecah. Jika pecah maka cairan Elpiji tersembur keluar dan dengan cepat menjadi gas yang akan meledak jika bercampur dengan udara dan terpicu oleh loncatan bunga api atau elektik statis.
Elpji akan  terbakar atau apabila terdapat/memenuhi 3 unsur yaitu:
1.     Hydrocarbon (BBM atau BBG)
2.    Oxigen (Terdapat dalam udara yang kita hirup untuk bernafas)
3.    Panas (Korek api, pematik, loncatan bunga api, elektrik statis dll.)

2.      Mengidentifikasi kerentanan !
è Keadaan atau kondisi yang dapat mengurangi kemampuan  untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bahaya atau ancaman bencana kebakaran yaitu :
a.         Kerentanan Fisik
Ø  Kerentanan bangunan rumah yang bagian dapurnya sebagian masih terbuat dari kayu serta terdapat barang – barang yang mudah terbakar. Di sisi lain, kondisi lingkungan rumah yang berdempet – dempetan sehingga memungkinkan terjadinya kebakaran yang merambat dan cepat meluas ke rumah tetangga.
b.        Kerentanan Sosial budaya
Ø  Jumlah kelompok yang rentan terhadap dampak yang akan ditimbulkan ketika terjadi bencana kebakaran dan ledakan gas LPG yaitu nenek yang tinggal di rumah saya, tetangga yang sedang hamil, serta bayi dan  anak balita yang ada di sekitar rumah saya.
Ø  Tingkat kepadatan penduduk yang bermukim di lingkungan sekitar rumah saya sangat padat penduduk, rumah saling berhimpitan rentan terhadap cepat meluasanya kebakaran.
Ø  Persepsi / kepercayaan Ibu, ketika sedang mengadakan acara hajatan untuk acara keluarga / arisan beliau memasak menggunakan tungku dan gas LPG secara bersamaan yang dianggapnya aman. Ibu percaya kegiatan memasak akan cepat selesai jika banyak sumber api yang digunakan dan kegiatan ini telah dilakukan sudah lama
serta sebagian besar keluarga besar saya juga melakukan hal yang sama.
c.         Kerentanan Ekonomi
Ø  Apabila terjadi kebakaran dan ledakan gas LPG di rumah saya, maka akan menimbulkan kerugian secara fisik maupun materil. Kerugian ini tidak saja menimpa keluarga saya tetapi juga dapat menimpa tetangga yang mungkin juga akan kehilangan rumah, kerugian materil, kecacatan yang dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan.
d.        Kerentanan Sikap dan Motivasi
Ø  Belum ada persepsi Ibu , keluarga serta masyarakat tentang bencana dan kemampuan untuk mengurangi/mengatasi dampak bencana yang akan ditimbulkan dari ledakan dan kebakaran gas LPG. Di dalam lingkungan keluarga saya belum muncul adanya tindakan dan gagasan untuk mengurangi penggunaan tungku dan gas LPG secara bersamaan.

3.       Mengidentifikasi Kapasitas !
è Kemampuan yang memungkinkan untuk meningkatkan daya tahan - terhadap efek bahaya yang mengancam/merusak, dan meningkatkan ketahanan  serta  kemampuan untuk mengatasi dampak dari kejadian ledakan dan kebakaran gas LPG yaitu :
a.       Kapasitas Fisik
Ø  Kemampuan keluarga dan masyarakat untuk mengupayakan dan memperoleh bahan – bahan bangunan untuk membangun kembali bangunan rumah / fasilitas masyarakat yang rusak. Di sekitar rumah terdapat beberapa toko bangunan dan material.


b.      Kapasitas Sosial Ekonomi
Ø  Kemampuan Bapak, Om, Pak dhe dan beberapa tetangga saya yang menjadi perancang serta kuli bangunan sehingga ketika harus membangun rumah kembali banyak tenaga bantuan.
Ø  Membeli kompor gas tambahan jadi tidak perlu menggunakan tungku lagi

c.       Kapasitas Keorganisasian / Kelembagaan
Ø  Adanya kemampuan dari keluarga untuk mengambil keputusan dalam pemakaian tungku bersama gas LPG dalam waktu yang sama. Keputusan yang dimusyawarahkan agar tidak lagi menggunakan tungku tapi menggantinya dengan kompor gas serta memberi ventilasi udara yang lebih dari 1.
d.      Kapasitas Ekonomi
Ø   Kemampuan membangun usaha bersama untuk berbisnis katering keluarga
Ø  Kemampuan untuk membuka warung sembako di depan rumah
e.       Kapasitas sikap / motivasi
Ø  Bertekad untuk tetap bertahan, mencintai atau peduli pada keluarga dan lingkungan sekitar saya. keberanian serta keinginan untuk saling membantu sesama untuk bersama – sama tidak menggunakan tungku dan gas LPG secara bersamaan.

4.      Mengidentifikasi Upaya Kesiapsiagaan !
è Upaya-upaya yang memungkinkan Pemerintah, masyarakat dan individu merespon secara cepat situasi bencana secara efektif:

a.       Seharusnya pemasangan tabung LPG harus dengan benar sehingga tidak menyebabkan kebakaran. Dan apabila terjadi kebocoran harap segera dikembalikan ke agen
b.      Memeriksa selang regulator, mulai dari memeriksa apakah dalam keadaan baik ataupun tidak
c.       Mengganti tungku dengan kompor gas plastik
d.      Ruangan juga harus ada celah udara yang cukup, sehingga ketika terjadi kebocoran gas maka dapat diminimalisir.
e.       Meletakkan tabung gas pun harus sesuai, artinya harus datar sehingga penempatan itu tidak terganggu antara tabung dengan selang regulator
f.       Jangan menempatkan benda lain di atas tabung gas LPG
g.      Menggunakan alat alarm bahaya jika terjadi kebocoran gas
h.      Apabila terjadi kebocoran untuk memadamkannya jangan menggunakan media air, karena akan sulit untuk memadamkannya, jadi seharusnya bisa menggunakan CO2 atau dengan cara tradisional yakni menggunakan karung goni yang sudah dibasahi dengan air.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .