RSS

Rabu, 11 Desember 2013

ANALISIS SPSS




Analisis Data Pemeriksaan Ibu Hamil Kecamatan X Tahun 2013

A.  Data Deskriptif


Descriptive Statistics

N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Umur Ibu Hamil
15
15
45
31,13
9,471
Tinggi Badan Ibu Hamil
15
141
154
146,67
4,562
LILA Ibu Hamil
15
19,50
31,60
24,9467
4,18584
Tekanan Darah Ibu Hamil
15
60
146
109,73
31,561
Valid N (listwise)
15





                             
Analisis :
       Berdasarkan data hasil pemeriksaan yang termasuk ke dalam data deskriptif adalah umur , tinggi badan, Lingkar Lengan Atas (LILA) serta tekanan darah Ibu hamil.
       Pada pendataan umur Ibu hamil telah didapatkan data bahwa dalam 15 responden memiliki range ( jarak ) atau selisih antara umur tertua dan umur termuda berkisar 30 tahun. Selain itu, umur minimum responden yang terlibat yakni 15 tahun, sedangkan umur maksimum Ibu hamil yang terlibat yaitu 45 tahun. Dari 15 Ibu hamil yang berperan sebagai responden didapatkan rata – rata umur Ibu hamil yakni 31,13 tahun. Di sisi lain, data umur Ibu hamil tersebar atau rata – rata jarak penyimpangan data yang diukur sebanyak 9,471 tahun.  Jadi, dapat disimpulkan bila umur Ibu hamil yang berperan sebagai responden merupakan Ibu hamil dengan usia yang mendekati usia tua atau mendekati usia menapause. Pendataan umur Ibu hamil dapat digunakan untuk melakukan pengelompokkan usia Ibu hamil sehingga petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan dan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan usianya ketika hamil.
       Di sisi lain, pada pengukuran tinggi badan Ibu hamil telah di dapatkan data bahwa dalam 15 responden memiliki range (jarak) atau selisih antara tinggi badan tertinggi dengan tinggi badan terendah satu sama lain berkisar 13 cm. Selain itu tinggi minimum dari Ibu hamil yang terlibat yakni 141 cm, sedangkan tinggi maksimum responden yaitu 154 cm. Dari 15 responden didapatkan rata – rata tinggi badan Ibu hamil yang terlibat yaitu 146,67 cm. Berdasarkan data, umur ibu hamil tesebar atau rata – rata jarak penyimpangan data yang diukur sebanyak 4,562 cm. Jadi, berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa tinggi badan Ibu hamil di kecamatan X masih cukup rendah. Hal tersebut berbanding lurus dengan ukuran panggul Ibu hamil yang sempit yang akan diindikasikan akan meimbulkan berbagai masalah yang mengancam keselamatan Ibu dan janin. Pengukuran tinggi badan Ibu hamil dapat digunakan untuk menentukan risiko kematian Ibu dan janin, karena tinggi badan ibu hamil berbanding lurus denga lebar panggul Ibu hamil, serta dapat memberikan saran untuk pelayanan persalinannya.
       Pada pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) Ibu hamil telah didapatkan data bahwa dalam 15 responden memiliki range (jarak) atau selisih antara ukuran LILA terbesar dengan terkecil satu sama lain berkisar 12,1 cm. Selain itu, nilai LILA terkecil Ibu hamil di Kecamatan X yakni sebesar 19,5 cm, sedangkan nilai LILA terbesar reponden yaitu 31,6 cm. Dari 15 reponden yang terlibat didapatkan rata – rata ukuran LILA Ibu hamil yaitu 24,9467 cm. Berdasarkan data, ukuran LILA Ibu hamil tersebar atau rata – rata jarak penyimpangan data yang diukur sebanyak 4,18584 cm. Pengukuran LILA pada Ibu hamil dapat digunakan untuk menentukan status gizi serta status energi (KEK) semasa kehamilannya.
       Di sisi lain, pada pemeriskaan tekanan darah Ibu hamil telah didapatkan bahwa dalam 15 responden memiliki range (jarak) atau selisih antara ukuran tekanan darah paling tinggi dengan tekanan darah paling rendah satu sama lain berkisar 86 mmHg. Selain itu, nilai tekanan darah(sistolik) terkecil pada Ibu hamil pada kecamatan X yakni 60 mmHg, sedangakan nilai tekanan darah (sistolik) tertinggi pada responden yaitu 146 mmHg. Dari 15 responden didapatkan rata – rata tekanan darah (sistolik) Ibu hamil sebesar 109,73 mmHg. Berdasarkan data, ukuran tekanan darah (sistolik) Ibu hamil tersebar atau rata – rata jarak penyimpangan data yang diukur sebanyak 31,561 mmHg. Pemeriksaan tekanan darah (sistolik) pada Ibu hamil dapat digunakan untuk mengindikasikan adanya risiko penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tekanan darah rendah (hipotensi) pada Ibu hamil. Kedua penyakit tersebut dapat mengakibatkan keguguran bahkan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) .

B.  Data Frekuensi


1.      Distribusi reponden berdasarkan Umur “Dengan Distribusi Frekuensi”
Analisis : Dari semua responden yang terlibat di Kecamatan X, Ibu hamil yang berusia lebih dari 31 tahun lebih  dominan dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan yakni sejumlah 8 orang, sedangkan Ibu hamil berusia kurang dari 20 tahun hanya 2 orang serta Ibu hamil yang berusia 21-30 tahun sebanyak 5 orang. Berdasarkan umur, Ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 30 tahun memiliki risiko yang tinggi terhadap kematian baik terhadap Ibu maupun janin. Hal tersebut dikarenakan rahim Ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun belum siap untuk menampung janin. Sedangkan rahim Ibu hamil yang berusia lebih dari 30 tahun sudah tidak mampu lagi untuk menampung janin karena sudah mendekati usia Menapause.

Umur

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
15
1
6,7
6,7
6,7
19
1
6,7
6,7
13,3
21
1
6,7
6,7
20,0
24
1
6,7
6,7
26,7
25
1
6,7
6,7
33,3
27
1
6,7
6,7
40,0
28
1
6,7
6,7
46,7
31
1
6,7
6,7
53,3
32
1
6,7
6,7
60,0
35
1
6,7
6,7
66,7
39
1
6,7
6,7
73,3
40
1
6,7
6,7
80,0
43
2
13,3
13,3
93,3
45
1
6,7
6,7
100,0
Total
15
100,0
100,0








Kelompok Umur

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
<=20
2
13,3
13,3
13,3
21-30
5
33,3
33,3
46,7
>31
8
53,3
53,3
100,0
Total
15
100,0
100,0




2.      Distribusi reponden berdasarkan Tingkat Pendidikan “Dengan Distribusi Frekuensi”
Analisis :Dari responden yang terlibat di Kecamatan X, Kelompok responden berpendidikan Dasar (SD- SMP) paling mendominasi yakni sebanyak 7 orang (46,7 %), sedangkan Ibu hamil yang berpendidikan tinggi (Perguruan Tinggi/ Akademi) dan Pendidikan Menengah hanya sejumlah 4 orang (26,7%). Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di Kecamatan X masih cukup rendah. Pendidikan seorang Ibu hamil berbanding lurus dengan pengetahuannya terhadap kesehatan Ibu dan janinnya serta mempengaruhi pola hidup bersih dan sehatnya. Di sisi lain,  tingkat pendidikan rendah juga berakibat pada rendahnya tingkat kesadaran diri untuk memeriksakan kehamilan mereka.


Pendidikan Ibu Hamil

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
SD
4
26,7
26,7
26,7
SMP
3
20,0
20,0
46,7
SMA
4
26,7
26,7
73,3
PT/Akd
4
26,7
26,7
100,0
Total
15
100,0
100,0



Kelompok Pendidikan

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Pendidikan Rendah
7
46,7
46,7
46,7
Pendidikan Menengah
4
26,7
26,7
73,3
Pendidikan Tinggi
4
26,7
26,7
100,0
Total
15
100,0
100,0



3.      Distribusi reponden berdasarkan Pekerjaan “Dengan Distribusi Frekuensi”
Analisis : Dari responden yang terlibat di Kecamatan X, Kelompok responden yang memiliki pekerjaan dengan beban kerja yang paling mendominasi yakni Ibu hamil dengan beban kerja berat. Ibu hamil dengan beban pekerja berat sebanyak 7 orang (46,7%), sedangkan Ibu hamil dengan beban kerja ringan dan cukup berat hanya  sejumlah 4 orang (26,7%) . Ibu hamil tersebut bekerja sebagai buruh pabrik dan wiraswata. Beban kerja yang berat akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan Ibu dan janin. Hal tersebut dikarenakan beban yang harus ditanggung Ibu untuk membagi tenaganya dalam merawat kesehatan janin dan tetap menjalankan pekerjaannya. Selain itu, beban kerja yang berat akan berdampak pada tekanan darah Ibu yang akan meninggi sehingga dapat menimbulkan hipertensi. Di sisi lain, tak dapat dipungkiri pekerjaan yang dijalani Ibu hamil dikarenakan oleh tuntutan kebutuhan ekonomi dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Sehingga Ibu hamil tetap memaksakan tenaganya untuk tetap bekerja, meskipun dalam kondisi sedang hamil.  

Pekerjaan Ibu Hamil

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Ibu Rumah Tangga
4
26,7
26,7
26,7
Buruh Pabrik
3
20,0
20,0
46,7
Wiraswata
4
26,7
26,7
73,3
PNS
4
26,7
26,7
100,0
Total
15
100,0
100,0



Kelompok Beban kerja

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Beban Kerja Ringan
4
26,7
26,7
26,7
Beban Kerja Berat
7
46,7
46,7
73,3
Beban Kerja Cukup Berat
4
26,7
26,7
100,0
Total
15
100,0
100,0




4.      Distribusi Responden Berdasarkan Pengukuran LILA Terhadap Status Gizi Ibu Hamil “Dengan Distribusi Frekuensi”
Analisis :Berdasarkan responden yang terlibat di Kecamatan X, pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) Ibu hamil terhadap status gizi didominasi oleh Ibu hamil dengan LILA kurang dari 23,5 cm . Ibu dengan status gizi buruk yakni sebanyak  8 orang (53,3 %), sedangkan LILA Ibu hamil lebih  dari 23,5 cm hanya sejumlah 7 orang (46,7 % ). LILA Ibu hamil yang baik  yakni lebih dari 23,5cm . Hal tersebut menunjukkan jika  status gizi Ibu hamil di Kecamatan X masih cukup rendah . Ibu dengan LILA kurang dari 23,5 diindikasikan memiliki status gizi yang buruk karena seharusnya Ibu hamil mengalami pertambahan berat badan 0,35 kg per minggunya . Pertambahan berat badan berbanding lurus dengan bertambahnya ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) Ibu hamil, sehingga apabila berat badan ibu tidak naik, menunjukkan jika asupan gizi selama mengandung tidak tercukupi. Di sisi lain, Ibu yang memiliki ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) di bawah 23,5 cm berisiko melahirkan bayi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Selain untuk mengetahui status gizi, LILA juga digunakan untuk  mengetahui risiko Kekurangan Energi Kalori (KEK) pada Ibu hamil.

LILA Ibu Hamil

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
19,50
1
6,7
6,7
6,7
20,50
1
6,7
6,7
13,3
20,70
1
6,7
6,7
20,0
21,50
1
6,7
6,7
26,7
21,80
1
6,7
6,7
33,3
22,80
1
6,7
6,7
40,0
23,50
2
13,3
13,3
53,3
24,50
1
6,7
6,7
60,0
24,80
1
6,7
6,7
66,7
28,60
1
6,7
6,7
73,3
28,90
1
6,7
6,7
80,0
30,50
1
6,7
6,7
86,7
31,50
1
6,7
6,7
93,3
31,60
1
6,7
6,7
100,0
Total
15
100,0
100,0



Kelompok Status Gizi

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Status Gizi Buruk
8
53,3
53,3
53,3
Status Gizi Baik
7
46,7
46,7
100,0
Total
15
100,0
100,0




5.      Distribusi Responden Berdasarkan Pemeriksaan Tekanan Darah (Sistolik) Terhadap Indikasi Penyakit Hipertensi “Dengan Distribusi Frekuensi”
Analisis :Berdasarkan responden yang terlibat di Kecamatan X, pemeriksaan tekanan darah (sistolik) terhadap indikasi penyakit hipertensi di dominasi oleh Ibu hamil dengan risiko hipertensi. Ibu dengan risiko hipertensi sebanyak 6 orang (40%), risiko hipotensi sebanyak 5 orang (33,3%), sedangkan Ibu yang tidak berisiko hipertensi sejumlah 4 orang (26,7%). Ibu dengan indikasi berisiko hipertensi akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehan Ibu dan janin. Bagi Ibu hamil akan mengakibatkan organ tubuh kekurangan oksigen dan tidak bisa bekerja sempurna, plasenta terlepas, terjadi pre-eklampsia di usia kehamilan lewat dari 20 minggu (tandanya: tekanan darah naik, terdapat protein dalam urin dan pembengkakan di bagian tubuh tertentu), perdarahan di otak, kejang dan kematian ibu.  Sedangkan bagi janin akan mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah serta kematian bayi. Ibu dengan tekanan darah tinggi sangat berkaitan dengan beban kerja yang ditanggungnya. Seperti yang telah diungkapkan, jika beban kerja yang harus ditanggung Ibu hamil di Kecamatan X di dominasi oleh Ibu dengan beban kerja berat. Beban kerja yang berat akan memberikan penekanan yang lebih baik pada pikiran maupun tenaga. Sehingga organ tubuh Ibu hamil harus bekerja lebih “ekstra” dari biasanya.

Tekanan Darah Ibu Hamil

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
60
1
6,7
6,7
6,7
75
2
13,3
13,3
20,0
80
2
13,3
13,3
33,3
90
2
13,3
13,3
46,7
120
1
6,7
6,7
53,3
130
1
6,7
6,7
60,0
135
2
13,3
13,3
73,3
140
1
6,7
6,7
80,0
145
2
13,3
13,3
93,3
146
1
6,7
6,7
100,0
Total
15
100,0
100,0



Kelompok Hipertensi

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Tidak Berisiko Hipertensi
4
26,7
26,7
26,7
Risiko Hipotensi
5
33,3
33,3
60,0
Berisiko Hipertensi
6
40,0
40,0
100,0
Total
15
100,0
100,0





6.      Distribusi Responden Berdasarkan Pengukuran Tinggi Badan (TB) Terhadap Status Ibu Hamil Berisiko Tinggi “Dengan Distribusi Frekuensi”
Analisis : Berdasarkan responden yang terlibat di Kecamatan X, pengukuran Tinggi Badan (TB) Ibu hamil terhadap indikasi status Ibu hamil berisiko tinggi menunjukkan status yang masih cukup tinggi. Jumlah Ibu yang berisiko tinggi sebanyak 9 orang (60%) dengan tinggi badan kurang dari 145 cm. Sedangkan Ibu yang memiliki resiko rendah sejumlah 6 orang (40%) dengan tinggi lebih dari 145 cm. Hal tersebut menunjukkan jika lebih dari 60%  Ibu hamil di Kecamatan X dapat melakukan persalinan dengan cara sectio caesaria. Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm diindikasikan memiliki panggul yang kecil sehingga harus melakukan persalinan dengan sectio caesaria. Para ahli dari pusat kesehatan di Universitas Harvard menemukan bahwa terdapat hubungan antara tinggi badan Ibu hamil dengan kesehatan bayi. Para ahli ini meyakini bahwa tinggi badan wanita berdampak pada ukuran dari rahim atau uterus mereka. Tubuh wanita yang berukuran lebih kecil akan menyebabkan beberapa komplikasi selama kehamilan mereka dan mempengaruhi perkembangan bayi dalam rahim.

Tinggi Badan Ibu Hamil

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
141
1
6,7
6,7
6,7
142
1
6,7
6,7
13,3
143
3
20,0
20,0
33,3
144
3
20,0
20,0
53,3
145
1
6,7
6,7
60,0
150
2
13,3
13,3
73,3
152
2
13,3
13,3
86,7
153
1
6,7
6,7
93,3
154
1
6,7
6,7
100,0
Total
15
100,0
100,0




Kelompok Resiko Tinggi

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Risiko Tinggi
9
60,0
60,0
60,0
Risiko Rendah
6
40,0
40,0
100,0
Total
15
100,0
100,0


















LAMPIRAN


1 komentar:

kingkong mengatakan...

thanks ya infonya !!!

www.bisnistiket.co.id

Poskan Komentar

 
Copyright GLORY SHINE 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .